2,3-Dimethylmaleic Anhydride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur anhidrida maleat yang memungkinkan reaksi dengan berbagai gugus fungsi, seperti alkohol, amina, dan hidroksil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, ester, dan senyawa lain yang memerlukan reaktivitas tinggi.
Karena sifat kimianya yang reaktif dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi, 2,3-Dimethylmaleic Anhydride menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa organik. Senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu dan mudah diolah dengan teknik kimia standar. Ketersediaan dalam bentuk anhidrida juga memudahkan reaksi pembentukan ester dan amida.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kestabilan kimia yang baik.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan ester dan amida dalam reaksi kimia organik
- Reaksi katalitik untuk modifikasi struktur molekul
- Pengembangan bahan kimia untuk industri plastik dan bahan kimia
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa anhidrida dalam kondisi berbeda
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 766-39-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dimethylmaleic Anhydride harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan air atau kelembapan. Bahan ini bersifat reaktif dan perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi atau reaksi tidak diinginkan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan kimia, dan sebaiknya disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
- Mangaleswaran dkk. (2002). An Efficient Synthesis of Dimethylmaleic Anhydride. Synthesis doi:10.1055/s-2002-28519
- Cavitt dkk. (2004). Initiation of 1,6-hexanedioldiacrylate polymerization by three component photoinitiators incorporating 2,3-dimethylmaleic anhydride. Polymer doi:10.1016/j.polymer.2003.12.021
- Wan dkk. (2024). Advances in 2,3-Dimethylmaleic Anhydride (DMMA)-Modified Nanocarriers in Drug Delivery Systems. Pharmaceutics doi:10.3390/pharmaceutics16060809
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
