3,5-Dimethyl-1-adamantanamine Hydrochloride adalah garam hidroklorida dari amina primer yang menempel pada kerangka adamantana bermetil ganda. Struktur adamantana merupakan sangkar hidrokarbon tiga dimensi yang sangat kaku dan simetris, sedangkan gugus amina pada posisi satu memberikan titik reaktif yang jelas. Senyawa ini dikelompokkan sebagai building block non-heterosiklik dan digunakan di laboratorium sebagai bahan awal sintesis, bahan pembanding analisis, serta bahan kajian farmakologi karena turunan aminoadamantana dikenal luas dalam penelitian sistem saraf pusat.
Bentuk garam hidroklorida menjadi alasan utama pemilihan produk ini. Amina bebas dari kerangka adamantana bersifat sangat lipofilik dan cenderung menyerap karbon dioksida dari udara, sedangkan bentuk garamnya berupa padatan yang stabil, tidak berbau menyengat, mudah ditimbang, dan jauh lebih larut dalam air maupun pelarut polar. Sifat ini sangat memudahkan penyiapan larutan baku untuk analisis kromatografi maupun percobaan biologis. Di sisi lain, kerangka adamantana memberi kekakuan konformasi dan hambatan sterik yang khas, sehingga senyawa turunannya cenderung lebih tahan terhadap penguraian metabolik, suatu keunggulan yang sering dimanfaatkan pada perancangan molekul aktif.
Di laboratorium Indonesia, senyawa golongan aminoadamantana banyak dipakai pada penelitian kimia medisinal, farmakologi saraf, dan pengembangan metode analisis di fakultas farmasi serta unit pengendalian mutu industri farmasi. Peneliti juga memakainya sebagai gugus pengarah dalam kimia material dan supramolekul. Tersedia dalam kemasan 5 g dan 25 g, produk TCI ini dapat menyesuaikan kebutuhan pengembangan metode hingga sintesis berkelanjutan.
- Bahan awal sintesis kimia medisinal: gugus amina primer pada kerangka adamantana siap diasilasi, dialkilasi, atau diubah menjadi urea dan sulfonamida.
- Bahan pembanding pengembangan metode analisis: bentuk garam yang stabil dan mudah larut memudahkan penyiapan larutan baku untuk kromatografi cair dan titrasi.
- Penelitian farmakologi sistem saraf: kerangka aminoadamantana dipakai sebagai bahan uji pada kajian reseptor glutamat dan modulasi kanal ion tingkat penelitian dasar.
- Pemasangan gugus lipofilik pada molekul: sangkar adamantana yang kaku dipakai meningkatkan hambatan sterik dan ketahanan metabolik pada perancangan senyawa turunan baru.
- Kimia supramolekul dan material: gugus adamantil dikenal sebagai tamu yang pas untuk rongga siklodekstrin dan kukurbituril dalam kajian pengenalan molekuler.
| Merek | TCI (kode produk D3608) |
|---|---|
| Nomor CAS | 41100-52-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan garam hidroklorida; penampilan rinci mengacu pada CoA dan lembar data TCI |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan tertutup rapat |
Simpan garam ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, karena garam amina hidroklorida umumnya bersifat higroskopis dan dapat menggumpal bila terpapar udara lembap. Penyimpanan di dalam desikator sangat membantu menjaga bahan tetap mudah ditimbang. Jauhkan dari basa kuat yang dapat membebaskan amina, serta dari oksidator kuat. Gunakan spatula kering dan bersih dan tutup wadah segera setelah pengambilan. Karena senyawa ini aktif secara farmakologis, hindari terhirupnya debu dan kenakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Baca SDS resmi TCI sebelum digunakan.
—
