Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 15114-43-9

Dibromoisocyanuric Acid TCI D3753

Dibromoisocyanuric Acid TCI D3753

Identitas Kimia

Nama lain
DBI · 1,3-Dibromo-1,3,5-triazine-2,4,6-trione · DBI
No. CAS
15114-43-9
PubChem
CID 192912·SID 87560778
Rumus molekul
C3HBr2N3O3
Berat molekul
286.87 g/mol
Kemurnian
>97.0%(T)
Suhu simpan
0-10°C
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,3-dibromo-1,3,5-triazinane-2,4,6-trione
SMILES
C1(=O)NC(=O)N(C(=O)N1Br)Br
InChIKey
HHBCEKAWSILOOP-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00463941
Harga reguler Rp 2.332.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.332.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Dibromoisocyanuric Acid adalah pereaksi sintesis yang berfungsi sebagai sumber bromin elektrofilik dalam bentuk padatan yang mudah ditimbang. Senyawa ini merupakan turunan asam isosianurat yang membawa dua atom bromin pada atom nitrogen cincin, sehingga bromin tersimpan dalam bentuk terikat dan dilepaskan hanya ketika bertemu substrat dan kondisi reaksi yang sesuai. Di laboratorium, perannya adalah menggantikan bromin cair yang berasap, korosif, dan sulit ditakar dengan pereaksi padat yang jauh lebih nyaman dipakai untuk memasukkan atom bromin ke dalam senyawa organik secara terkendali.

Alasan utama pereaksi ini dipilih adalah daya bromimasi elektrofiliknya yang tergolong kuat di antara pereaksi bromimasi padat. Dalam medium asam kuat, pereaksi ini mampu membromimasi cincin aromatik yang terdeaktivasi, yaitu substrat yang sering gagal bereaksi dengan pereaksi bromimasi yang lebih lunak. Bentuk padatnya memudahkan penakaran stoikiometri yang tepat, sehingga peneliti dapat mengatur jumlah bromin yang dimasukkan dan menekan produk samping polibrominasi. Hasil samping berupa turunan isosianurat umumnya berupa padatan yang relatif mudah dipisahkan dari campuran reaksi. Kemasan 5 g dan 25 g menjadikannya sesuai baik untuk percobaan penjajakan maupun untuk sintesis yang diulang beberapa kali.

Bagi laboratorium di Indonesia, pereaksi ini bermanfaat pada laboratorium kimia organik sintesis, laboratorium bahan antara farmasi, dan laboratorium riset kimia material yang memerlukan tahap halogenasi. Ketersediaan dalam dua ukuran kemasan di AMI Scientific membantu pengelola laboratorium menyesuaikan pembelian dengan pola pemakaian: kemasan kecil untuk penelitian mahasiswa dan uji kondisi, kemasan besar untuk kelompok riset dengan kebutuhan halogenasi rutin, sekaligus mengurangi risiko penyimpanan bromin cair dalam jumlah besar.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Lebih kuat dibanding reagen brominasi lain, seperti NBS
  • Dapat diaplikasikan pada substrat yang sangat terdeaktivasi

Brosur TCI (PDF)

  • Bromimasi cincin aromatik terdeaktivasi, karena pereaksi ini bersifat elektrofilik kuat dan tetap bekerja pada substrat yang sulit dibromimasi pereaksi lunak.
  • Pembentukan ikatan karbon–halogen pada bahan antara sintesis, sebab atom bromin yang terpasang menjadi titik tumpu reaksi kopling silang berikutnya.
  • Halogenasi senyawa heterosiklik, karena penakaran padatan yang presisi membantu mengendalikan jumlah bromin yang masuk dan menekan produk polibrominasi.
  • Pengganti bromin cair pada skala laboratorium, mengingat bentuk padat jauh lebih mudah ditimbang serta mengurangi paparan uap bromin yang korosif.
  • Penyiapan sampel dan bahan antara untuk kajian reaktivitas, sebab produk terbromimasi sering dipakai sebagai model dalam penelitian mekanisme dan katalisis.

Dari brosur TCI

  • Memasukkan atom brom ke cincin aromatik kekurangan elektron, seperti nitrobenzena
  • 15% fuming H2SO4, 20 °C, 5 min
  • 20% fuming H2SO4, 40 °C, 5 h

Merek TCI (kode katalog D3753)
Nomor CAS 15114-43-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > C-X(Halogen) Bond Formation
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan pereaksi bromimasi dalam kemasan satuan gram
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terpisah dari bahan mudah teroksidasi

Simpan pereaksi ini di tempat sejuk, kering, dan gelap dalam wadah asli yang tertutup rapat, dan pisahkan dari bahan reduktor, senyawa mudah teroksidasi, amina, serta bahan organik mudah terbakar. Karena bersifat pengoksidasi dan pembawa halogen aktif, pereaksi ini sebaiknya tidak disimpan bersama pelarut organik dalam satu lemari terbuka. Lakukan seluruh penimbangan dan penambahan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena serbuknya dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Gunakan peralatan kering dan bersih, tambahkan pereaksi secara bertahap ke campuran reaksi, dan tampung limbah pada wadah limbah berhalogen yang berlabel.

  • MALM dkk. (1995). ChemInform Abstract: On the Bromination of Thieno(c)‐Fused 1,5‐Naphthyridines and Their Isomeric N‐Oxides Using Dibromoisocyanuric Acid in Fuming Sulfuric Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199512200
  • Kang dkk. (2018). Convenient metal-free direct oxidative amidation of aldehyde using dibromoisocyanuric acid under mild conditions. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2018.08.026
  • ZLOTIN dkk. (1991). ChemInform Abstract: Reaction of 1,1‐Disubstituted Hydrazines with Dibromoisocyanuric Acid in the Presence of Nitrosobenzene.. ChemInform doi:10.1002/chin.199114127

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. W. Gottardi. Über Bromierungen mit Dibromoisocyanursäure unter ionischen Bedingungen, 1. Mitt.: Monobromierungen Monatshefte für Chemie - Chemical Monthly, 1968. doi:10.1007/bf00901238
  2. Jian Chen. Conjugated polymers based on benzodithiophene and arylene imides: Extended absorptions and tunable electrochemical properties Polymer, 2010. doi:10.1016/j.polymer.2010.04.035