Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 111-33-1

N,N'-Dimethyl-1,3-propanediamine TCI D3811

N,N'-Dimethyl-1,3-propanediamine TCI D3811

Identitas Kimia

Nama lain
1,3-Bis(methylamino)propane · 2,6-Diazaheptane
No. CAS
111-33-1
PubChem
CID 66978·SID 135727236
Rumus molekul
C5H14N2
Berat molekul
102.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N,N'-dimethylpropane-1,3-diamine
SMILES
CNCCCNC
InChIKey
UQUPIHHYKUEXQD-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00008292
Harga reguler Rp 1.618.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.618.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D3811 dengan nomor CAS 111-33-1 adalah N,N'-Dimethyl-1,3-propanediamine, sebuah diamina alifatik sederhana dengan rantai tiga karbon yang menghubungkan dua gugus amina sekunder bermetil. Senyawa ini termasuk blok pembangun serbaguna yang banyak dipakai di laboratorium sintesis organik. Perannya adalah menyediakan dua titik nitrogen reaktif dalam satu molekul, sehingga dapat berperan sebagai penghubung dua fragmen molekul, sebagai bahan awal pembentukan cincin heterosiklik yang mengandung nitrogen, atau sebagai ligan penyumbang elektron yang mengikat logam transisi.

Sifat yang membuatnya sering dipilih adalah kesederhanaan struktur yang dipadukan dengan reaktivitas yang dapat diandalkan. Kedua amina sekunder cukup nukleofilik untuk bereaksi dengan halida alkil, anhidrida, klorida asam, maupun senyawa karbonil, tetapi gugus metil pada nitrogen mencegah reaksi lanjutan yang tidak diinginkan seperti pembentukan amina tersier ganda yang sukar dikendalikan. Panjang rantai propilena memberi jarak yang tepat sehingga kedua nitrogen dapat menjepit satu atom logam membentuk cincin khelat enam anggota yang stabil. Senyawa ini juga bersifat basa dan larut baik dalam air serta banyak pelarut organik polar.

Di laboratorium Indonesia, diamina semacam ini banyak digunakan pada riset sintesis organik dasar di perguruan tinggi, laboratorium pengembangan bahan farmasi, riset polimer, serta pembuatan reagen fungsional. Sifatnya yang serbaguna membuatnya menjadi bahan persediaan yang praktis untuk berbagai jalur sintesis. Tersedianya kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan bagi laboratorium untuk memilih antara kebutuhan percobaan terbatas atau pemakaian rutin yang lebih besar.

Brosur TCI (PDF)

  • Ligan pada reaksi kopling terkatalisis tembaga: diamina ini membentuk khelat stabil dengan tembaga sehingga membantu reaksi aminasi dan amidasi aril halida berjalan.
  • Penghubung molekul (linker): dua gugus amina reaktif memungkinkan penyambungan dua fragmen berbeda menjadi molekul bifungsional pada riset kimia bioorganik.
  • Bahan awal sintesis heterosiklik: reaksi siklisasi dengan pereaksi karbonil atau dielektrofil menghasilkan cincin nitrogen seperti turunan pirimidinon dan diazepana.
  • Riset polimer dan resin: sebagai komponen diamina, senyawa ini dipakai membentuk ikatan silang atau memperpanjang rantai pada penelitian poliamida dan poliurea.
  • Modifikasi permukaan dan fungsionalisasi material: gugus amina bebas dimanfaatkan untuk memasang situs reaktif baru pada silika, resin, atau nanomaterial.

Merek TCI
Nomor CAS 111-33-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan —
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik; varian kemasan 5 g dan 25 g
  • Kode produk: D3811

Diamina alifatik bersifat basa, berbau tajam, dan dapat mengiritasi kulit, mata, serta saluran pernapasan, sehingga seluruh penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam yang berfungsi baik. Simpan dalam wadah asli bertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi, terpisah dari asam kuat, bahan pengoksidasi, dan senyawa karbonil reaktif. Karena senyawa ini mudah menyerap uap air serta karbon dioksida dari udara, botol harus segera ditutup setelah pengambilan; gunakan jarum suntik kering bila diperlukan kondisi anhidrat. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Sediakan fasilitas pencuci mata di dekat area kerja.

—