Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 120022-63-1

2,5-Difluorobenzenesulfonamide TCI D4060

2,5-Difluorobenzenesulfonamide TCI D4060

Identitas Kimia

No. CAS
120022-63-1
PubChem
CID 147822·SID 160871135
Rumus molekul
C6H5F2NO2S
Berat molekul
193.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(N)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,5-difluorobenzenesulfonamide
SMILES
C1=CC(=C(C=C1F)S(=O)(=O)N)F
InChIKey
OLMFEUWXDKZGOO-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00798115
Harga reguler Rp 664.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 664.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4060 2,5-Difluorobenzenesulfonamide adalah building block terfluorinasi yang menggabungkan dua unsur penting dalam kimia medisinal: gugus sulfonamida primer dan dua atom fluor pada cincin benzena. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai bahan awal yang sudah membawa farmakofor sulfonamida siap pakai, sehingga peneliti dapat langsung memfokuskan pekerjaan pada modifikasi cincin aromatik atau derivatisasi nitrogen sulfonamida. Peran semacam ini sangat membantu dalam penyusunan pustaka senyawa uji, karena mempersingkat jalur sintesis dan mengurangi jumlah tahap pemurnian yang harus dilakukan.

Karakteristik yang membuatnya menarik terletak pada kombinasi gugus fungsinya. Gugus sulfonamida primer bersifat pendonor dan penerima ikatan hidrogen sekaligus, sehingga dikenal luas sebagai motif pengikat pada berbagai target biologis, khususnya enzim yang mengandung logam pada sisi aktifnya. Sementara itu, dua atom fluor pada posisi 2 dan 5 menarik kerapatan elektron dari cincin, memengaruhi keasaman gugus sulfonamida, meningkatkan kestabilan metabolik, dan menyediakan posisi yang dapat digantikan melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik. Fleksibilitas inilah yang memungkinkan satu bahan awal dikembangkan menjadi banyak turunan berbeda.

Laboratorium riset kimia medisinal, bioteknologi, dan sintesis organik di Indonesia memanfaatkan senyawa jenis ini pada tahap eksplorasi awal, termasuk untuk kegiatan penelitian tugas akhir dan program riset kompetitif. Kemasan 1 g dan 5 g sangat sesuai untuk reaksi skala kecil yang menuntut variasi struktur banyak namun jumlah bahan per percobaan relatif sedikit.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis pustaka senyawa kimia medisinal, karena gugus sulfonamida primer merupakan farmakofor mapan yang sering muncul pada molekul bioaktif hasil penelitian.
  • Riset penghambat enzim berbasis sulfonamida, sebab gugus ini dikenal mampu berinteraksi dengan sisi aktif enzim yang mengandung ion logam.
  • Reaksi substitusi nukleofilik aromatik, karena atom fluor pada cincin yang miskin elektron dapat digantikan nukleofil untuk membentuk turunan eter maupun amina.
  • Derivatisasi nitrogen sulfonamida, mengingat gugus tersebut dapat dialkilasi atau diasilasi sehingga menghasilkan variasi struktur yang luas dari satu bahan awal.
  • Studi pengaruh substituen fluorin, karena senyawa ini menjadi pembanding yang berguna terhadap analog non-fluorinasi dalam penelitian hubungan struktur dan sifat fisikokimia.

Merek TCI
Nomor CAS 120022-63-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan (serbuk/kristal) pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat, asam kuat, serta bahan pengoksidasi. Wadah asli pabrikan atau botol kaca bertutup ulir dengan seal yang baik merupakan pilihan yang tepat, dan penyimpanan di dalam desikator membantu menjaga bahan tetap kering. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu halus. Tutup kembali wadah segera setelah digunakan. Tumpahan dikumpulkan secara kering dan dibuang melalui jalur limbah kimia laboratorium yang berlaku.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.