TCI D4101 2,3-Diaminonaphthalene [for Biochemical Research] dengan nomor CAS 771-97-1 adalah senyawa aromatik bicincin yang membawa dua gugus amino bertetangga pada kerangka naftalena. Di laboratorium, bahan ini dikenal luas sebagai reagen derivatisasi berbasis fluoresensi: gugus orto-diamina bereaksi secara spesifik dengan analit tertentu membentuk produk siklik yang berpendar kuat. Karena itu, senyawa ini menjadi alat penting pada analisis jejak, terutama untuk penentuan nitrit, oksida nitrat, dan selenium dalam sampel biologis maupun lingkungan yang kadarnya sangat rendah dan sulit dideteksi dengan metode kolorimetri biasa.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah pembentukan senyawa turunan berpendar dengan intensitas tinggi sehingga batas deteksi metode dapat ditekan jauh di bawah kemampuan pengukuran serapan biasa. Selektivitas reaksi orto-diamina terhadap analit sasaran juga mengurangi gangguan matriks yang umum ditemui pada sampel biologis. Senyawa ini berupa padatan yang dapat dilarutkan dalam pelarut organik atau larutan asam encer untuk menyiapkan larutan kerja. Kelemahan utamanya adalah kepekaan terhadap cahaya dan oksidasi udara, yang dapat menyebabkan perubahan warna dan meningkatkan latar belakang fluoresensi bila reagen tidak disimpan dengan benar.
Di Indonesia, reagen berlabel [for Biochemical Research] ini banyak digunakan pada laboratorium biokimia, farmakologi, toksikologi, serta laboratorium lingkungan dan pangan yang menganalisis kandungan nitrit dan selenium. Kemasan 100 mg sangat sesuai untuk metode fluorometri karena kebutuhan reagen per pengujian umumnya kecil, sehingga satu kemasan mencukupi banyak seri pengukuran. Penyimpanan dingin dan terlindung cahaya menjadi perhatian utama pada kondisi laboratorium beriklim tropis.
- Penentuan nitrit secara fluorometri: gugus orto-diamina bereaksi dengan nitrit membentuk turunan triazol berpendar sehingga kadar sangat rendah dapat terukur dengan baik.
- Pengukuran oksida nitrat pada sampel biologis: metabolit oksida nitrat dideteksi melalui derivatisasi yang sama, mendukung riset fisiologi vaskular dan peradangan.
- Analisis selenium renik: reagen ini membentuk senyawa kompleks berpendar dengan selenium sehingga cocok untuk pengujian sampel pangan, air, dan bahan biologis.
- Pengembangan probe dan pelabelan fluoresen: kerangka naftalena diaminanya menjadi dasar sintesis molekul penanda baru untuk kajian pencitraan sel dan jaringan.
- Sintesis heterosiklik terkondensasi: dua gugus amino bertetangga memungkinkan pembentukan cincin imidazol, kuinoksalin, dan sistem terkait untuk riset kimia material.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D4101 |
|---|---|
| Nomor CAS | 771-97-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Fluorescent Probes, Fluorescent Labels, Fluorescent Stains |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | padatan; kualitas untuk keperluan riset biokimia |
| Penyimpanan | simpan dingin, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari cahaya |
Simpan reagen dalam lemari pendingin bahan kimia, di dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, misalnya dengan botol gelap atau pembungkus aluminium foil. Hindari paparan udara berkepanjangan karena senyawa diamina aromatik mudah teroksidasi dan menimbulkan latar belakang fluoresensi yang mengganggu pengukuran. Larutan kerja sebaiknya dibuat segar sebelum analisis dan tidak disimpan terlalu lama. Lakukan penimbangan di lemari asam menggunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup serbuk atau kontak langsung dengan kulit. Bersihkan area kerja setelah penimbangan dan kelola limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
![2,3-Diaminonaphthalene [for Biochemical Research] (CAS 771-97-1) - TCI D4101 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510D4101.jpg?v=1769141950&width=1445)