Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1689-84-5

Bromoxynil TCI D4103

Bromoxynil TCI D4103

Identitas Kimia

Nama lain
3,5-Dibromo-4-hydroxybenzonitrile · 2,6-Dibromo-4-cyanophenol
No. CAS
1689-84-5
PubChem
CID 15531
Rumus molekul
C7H3Br2NO
Berat molekul
276.92 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,5-dibromo-4-hydroxybenzonitrile
SMILES
C1=C(C=C(C(=C1Br)O)Br)C#N
InChIKey
UPMXNNIRAGDFEH-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00002153
Harga reguler Rp 1.936.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.936.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4103 Bromoxynil dengan nomor CAS 1689-84-5 adalah senyawa benzonitril terhidroksilasi yang membawa dua atom brom pada cincin aromatiknya. Senyawa ini dikenal sebagai bahan aktif herbisida golongan hidroksibenzonitril, dan di laboratorium digunakan sebagai bahan pembanding analitik sekaligus blok bangunan sintesis. Peranannya penting bagi laboratorium yang menguji residu pestisida pada produk pertanian, air, dan tanah, karena ketersediaan bahan acuan dengan identitas jelas merupakan syarat mutlak untuk pengembangan metode analisis, kalibrasi instrumen, dan verifikasi hasil pengujian residu.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi gugus fenol, gugus nitril, dan dua substituen brom yang memberikan tanda spektral khas pada analisis spektrometri massa maupun spektroskopi inframerah, sehingga identifikasinya relatif mudah ditegakkan. Pola isotop brom yang khas sangat membantu konfirmasi puncak pada kromatografi gas maupun cair terpasang spektrometer massa. Dari sisi sintesis, gugus hidroksil yang bersifat asam dapat dieterifikasi atau diesterifikasi, sedangkan gugus nitril dapat dihidrolisis maupun direduksi, menjadikan bahan ini titik awal yang fleksibel untuk membangun turunan aromatik tersubstitusi rapat.

Di Indonesia, bahan ini digunakan pada laboratorium pengujian mutu dan keamanan pangan, laboratorium lingkungan, balai penelitian pertanian, serta kelompok riset kimia di perguruan tinggi. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memberikan keleluasaan bagi laboratorium yang hanya memerlukan sedikit bahan untuk pembuatan larutan standar maupun bagi kelompok riset yang menjalankan percobaan sintesis berulang. Karena sifatnya sebagai bahan aktif pestisida, penanganan yang disiplin dan pengelolaan limbah yang benar menjadi perhatian utama.

  • Bahan pembanding analisis residu pestisida: dipakai menyiapkan larutan standar untuk kalibrasi kromatografi gas dan cair pada pengujian sampel pangan serta lingkungan.
  • Validasi metode analitik: digunakan untuk menghitung perolehan kembali, batas deteksi, dan batas kuantifikasi pada pengembangan metode pengujian residu herbisida.
  • Kajian degradasi dan nasib lingkungan: senyawa ini menjadi model untuk mempelajari hidrolisis, fotodegradasi, dan penguraian mikrobiologis di tanah maupun air.
  • Blok bangunan sintesis organik: gugus fenol, nitril, dan bromnya memungkinkan eterifikasi, hidrolisis, serta reaksi penggandengan silang menuju turunan aromatik baru.
  • Penelitian fisiologi tumbuhan dan gulma: digunakan pada percobaan terkendali untuk mempelajari respons tanaman terhadap bahan aktif penghambat proses fotosintesis.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D4103
Nomor CAS 1689-84-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan pada suhu kamar
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, tertutup rapat, terlindung dari cahaya

Simpan bahan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, dalam wadah asli yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya langsung serta panas. Pisahkan penyimpanannya dari bahan pangan, pakan, dan reagen yang tidak berkaitan, mengingat senyawa ini merupakan bahan aktif herbisida. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, masker debu bila diperlukan, dan jas laboratorium. Hindari terbentuknya debu, kontak dengan kulit dan mata, serta menghirup partikel. Kelola sisa bahan dan limbah cucian sebagai limbah bahan berbahaya sesuai prosedur laboratorium, jangan dibuang ke saluran air.

  • Miller dkk. (2003). Response of non–bromoxynil-resistant cotton to reduced rates of bromoxynil. Weed Science doi:10.1614/p2002-100
  • CORBETT dkk. (2002). Bromoxynil, Prometryn, Pyrithiobac, and MSMA Weed Management Systems for Bromoxynil-Resistant Cotton (Gossypium hirsutum)1. Weed Technology doi:10.1614/0890-037x(2002)016[0712:bppamw]2.0.co;2
  • Paulsgrove dkk. (2005). Bromoxynil-Resistant Cotton and Selected Weed Response to Mixtures of Bromoxynil and Pyrithiobac. Weed Technology doi:10.1614/wt-04-306r.1

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.