Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 32981-86-5

10-Deacetylbaccatin III TCI D4148

10-Deacetylbaccatin III TCI D4148
Harga reguler Rp 1.829.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.829.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4148 10-Deacetylbaccatin III adalah senyawa bahan alam golongan diterpenoid taksana yang secara alami diperoleh dari tanaman marga Taxus atau pohon yew. Senyawa ini dikenal luas sebagai kerangka inti yang menjadi titik awal bagi kimia taksana, salah satu kelas molekul paling penting dalam sejarah penemuan obat modern. Di laboratorium, bahan ini digunakan terutama sebagai prekursor semi sintesis, standar pembanding analitik, dan objek kajian pada penelitian bahan alam. Ketersediaannya dalam bentuk terisolasi menghemat tahapan ekstraksi dan pemurnian yang panjang bagi peneliti.

Karakteristik yang membuat senyawa ini bernilai adalah kerangka taksana bercincin banyak dengan susunan gugus hidroksil dan ester yang sudah tertata secara stereokimia. Struktur rumit tersebut hampir mustahil dibangun secara efisien melalui sintesis total, sehingga penggunaannya sebagai bahan awal semi sintesis memberi keuntungan besar. Gugus hidroksil yang berbeda tingkat reaktivitasnya memungkinkan modifikasi selektif melalui pelindungan bertahap, asilasi, dan penautan rantai samping. Dengan demikian peneliti dapat menghasilkan berbagai analog taksana untuk mempelajari hubungan struktur dan aktivitas. Sebagai senyawa bahan alam berstruktur kompleks, bahan ini juga menjadi rujukan penting pada penentuan struktur menggunakan NMR dan spektrometri massa.

Di Indonesia, senyawa ini umumnya digunakan pada laboratorium riset farmasi, kelompok riset kimia bahan alam di perguruan tinggi, serta laboratorium pengendalian mutu yang memerlukan senyawa pembanding. Kemasan 100 mg dan 500 mg mencerminkan penggunaannya dalam skala kecil dan bernilai tinggi. Kehati-hatian dalam penyimpanan sangat penting agar senyawa yang relatif peka ini tetap terjaga mutunya sepanjang penelitian berlangsung.

  • Prekursor semi sintesis taksana: kerangka bercincin banyak yang sudah terbentuk memungkinkan pembuatan analog taksana tanpa perlu melakukan sintesis total yang panjang.
  • Standar pembanding analitik: dipakai sebagai senyawa rujukan pada pengembangan dan validasi metode HPLC serta spektrometri massa untuk analisis taksana.
  • Penelitian hubungan struktur dan aktivitas: modifikasi selektif gugus hidroksilnya menghasilkan deret analog untuk mengkaji pengaruh struktur terhadap aktivitas biologis.
  • Kajian kimia bahan alam: menjadi bahan rujukan dalam penentuan struktur, penelusuran biosintesis, dan pembandingan profil metabolit ekstrak tanaman marga Taxus.
  • Pengembangan metode ekstraksi dan pemurnian: berfungsi sebagai penanda untuk mengevaluasi perolehan kembali dan efisiensi proses isolasi dari bahan tumbuhan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4148
Nomor CAS 32981-86-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 100 mg dan 500 mg
Bentuk fisik padatan serbuk
Penyimpanan simpan pada suhu rendah, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan serbuk dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari pendingin dan terlindung dari cahaya. Karena tersedia dalam jumlah kecil dan bernilai tinggi, biarkan wadah menyesuaikan suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan, lalu timbang dengan cepat menggunakan spatula bersih dan kering. Lakukan penanganan di dalam lemari asam atau kabinet keselamatan hayati untuk mencegah terhirupnya serbuk halus, dan kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, masker, serta jas laboratorium. Perlakukan senyawa taksana sebagai bahan berpotensi bioaktif; kelola sisa dan limbahnya sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.

  • Feng dkk. (2010). Microbial transformation of 7-epi-10-deacetylbaccatin III to 10-deacetylbaccatin III. Journal of Molecular Catalysis B: Enzymatic doi:10.1016/j.molcatb.2010.01.030
  • Hanson dkk. (2004). Conversion of 7‐deoxy‐10‐deacetylbaccatin‐III into 6‐α‐hydroxy‐7‐deoxy‐10‐deacetylbaccatin‐III byNocardioides luteus. Biotechnology and Applied Biochemistry doi:10.1042/ba20030093
  • Chiaroni dkk. (1995). A 10-Deacetylbaccatin III Derivative: 11,12-Dihydro-7-triethylsilyl-10-deacetylbaccatin III. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270195004616

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.