TCI D4200 Fialuridine dengan nomor CAS 69123-98-4 adalah analog nukleosida terhalogenasi yang dikelompokkan sebagai reagen biokimia golongan antibiotik untuk keperluan penelitian. Molekulnya merupakan turunan pirimidin yang membawa substituen halogen serta gula arabinofuranosa terfluorinasi, sebuah kombinasi yang menjadikannya menyerupai nukleosida alami namun berperilaku berbeda ketika berhadapan dengan enzim pemroses asam nukleat. Di laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan uji pada penelitian antivirus, kajian metabolisme nukleosida, serta pengembangan probe molekuler, dan sepenuhnya diperuntukkan bagi kegiatan eksperimental.
Sifat yang membuat senyawa ini penting bagi peneliti adalah kemiripan strukturnya dengan substrat alami enzim kinase virus tertentu, sehingga ia dapat difosforilasi secara selektif di dalam sel yang mengekspresikan enzim tersebut. Karakter ini menjadikan fialuridine model klasik dalam pengembangan sistem pelaporan gen serta penelitian penargetan selektif. Adanya atom halogen pada cincin pirimidin memengaruhi sifat elektronik molekul dan membuka peluang penandaan isotopik pada studi pencitraan. Selain itu, senyawa ini memiliki catatan sejarah penting dalam ilmu toksikologi karena menjadi rujukan pembelajaran mengenai toksisitas mitokondria pada analog nukleosida.
Di Indonesia, reagen semacam ini relevan bagi laboratorium virologi, biologi molekuler, dan pusat riset biomedis di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian yang menggarap kajian antivirus dan penanda molekuler. Kemasan 10 mg mencerminkan sifat pemakaiannya yang sangat hemat, karena percobaan tingkat sel umumnya hanya menuntut jumlah mikrogram hingga miligram. Ukuran ini juga memudahkan penyimpanan pada fasilitas dengan kapasitas pendingin terbatas.
- Penelitian antivirus in vitro, karena analog nukleosida ini dapat mengganggu proses replikasi asam nukleat sehingga berguna untuk menelaah mekanisme penghambatan virus.
- Kajian sistem pelaporan gen berbasis timidin kinase, sebab senyawa ini difosforilasi secara selektif oleh enzim virus sehingga terakumulasi pada sel yang mengekspresikannya.
- Studi metabolisme nukleosida, mengingat strukturnya menyerupai substrat alami sehingga membantu memetakan jalur penyerapan, fosforilasi, dan pemanfaatan intraseluler.
- Penelitian toksikologi mitokondria, karena senyawa ini menjadi model rujukan dalam kajian pengaruh analog nukleosida terhadap replikasi DNA mitokondria.
- Pengembangan probe pencitraan molekuler, sebab kerangka terhalogenasinya memungkinkan penerapan strategi penandaan untuk penelusuran distribusi pada model eksperimental.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 69123-98-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 10 mg |
| Bentuk fisik | umumnya padatan; rujuk sertifikat analisis produsen untuk keterangan rinci |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan tertutup rapat sesuai anjuran pada label produsen |
Simpan fialuridine dalam wadah tertutup rapat pada kondisi dingin dan kering sesuai anjuran produsen, serta lindungi dari cahaya dan kelembapan yang dapat menurunkan mutu analog nukleosida. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada isi wadah. Karena bahan tersedia dalam jumlah sangat kecil, gunakan timbangan analitik berpelindung dan spatula mikro bersih untuk menghindari kehilangan bahan maupun kontaminasi silang. Perlakukan senyawa ini sebagai bahan riset yang berpotensi aktif secara biologis: gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerjalah di lemari asam atau kabinet keamanan hayati. Kelola seluruh limbah melalui jalur limbah kimia dan biologis yang berlaku.
- Schmid (1997). Fialuridine toxicity. Hepatology doi:10.1002/hep.510250641
- Rizwanuddin Ahmed (1993). Fialuridine trials suspended. The Lancet doi:10.1016/0140-6736(93)91357-r
- &NA; (1997). Lessons from the fialuridine trial. Inpharma Weekly doi:10.2165/00128413-199710970-00047
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

