Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 138-14-7

Deferoxamine Mesylate TCI D4245

Deferoxamine Mesylate TCI D4245
Harga reguler Rp 3.392.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.392.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4245 Deferoxamine Mesylate (CAS 138-14-7) adalah garam mesilat dari deferoksamin, sebuah sideroforo hidroksamat yang berasal dari mikroorganisme dan dikenal luas sebagai pengkelat besi dengan afinitas sangat tinggi. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini menjadi reagen standar untuk mengikat ion besi(III) secara selektif dari larutan, media kultur, maupun sistem uji biokimia. Kemampuannya membentuk kompleks yang sangat stabil menjadikannya alat penting bagi peneliti yang ingin mengendalikan ketersediaan besi dalam eksperimen, baik untuk kajian metabolisme besi, stres oksidatif, maupun mekanisme kematian sel yang bergantung pada besi.

Sifat yang membuat deferoksamin mesilat banyak dipilih adalah tiga gugus hidroksamat pada rantainya yang bekerja bersama membentuk ikatan heksadentat mengelilingi satu ion besi(III). Pengikatan ini bersifat sangat kuat dan selektif, sehingga besi bebas dapat ditarik keluar dari sistem tanpa banyak mengganggu ion logam lain pada konsentrasi kerja yang lazim. Bentuk garam mesilat memberikan kelarutan yang baik dalam air, sebuah keunggulan praktis karena larutan induk dapat disiapkan tanpa pelarut organik. Selain sebagai pengkelat, senyawa ini juga banyak dipakai sebagai penginduksi kondisi menyerupai hipoksia pada kultur sel melalui penghambatan enzim yang bergantung pada besi.

Di laboratorium Indonesia, deferoksamin mesilat kerap digunakan pada penelitian biologi sel, biokimia, farmakologi, dan ilmu pangan, terutama pada kelompok riset yang menekuni stres oksidatif, ferroptosis, dan respons seluler terhadap hipoksia. Kemasan 100 mg sangat sesuai dengan skala kerja kultur sel karena senyawa ini umumnya dipakai pada konsentrasi mikromolar, sehingga satu kemasan dapat mencukupi banyak seri percobaan. Ukuran ringkas ini juga memudahkan penyimpanan pada lemari pendingin laboratorium yang kapasitasnya sering terbatas.

  • Studi metabolisme besi seluler, karena deferoksamin mengikat besi bebas secara kuat sehingga peneliti dapat menciptakan kondisi kekurangan besi secara terkendali.
  • Penelitian ferroptosis, sebab senyawa ini menjadi kontrol penghambat klasik yang membuktikan keterlibatan besi pada jalur kematian sel yang sedang diamati.
  • Induksi kondisi menyerupai hipoksia pada kultur sel, karena pengkelatan besi menghambat enzim hidroksilase sehingga respons seluler terhadap hipoksia dapat dipelajari.
  • Uji aktivitas antioksidan dan stres oksidatif, sebab pengikatan besi menekan reaksi Fenton yang menjadi sumber utama pembentukan radikal hidroksil berbahaya.
  • Pemurnian dan penyiapan larutan bebas besi, karena reagen ini dapat menghilangkan kontaminasi besi renik yang mengganggu ketelitian pengukuran biokimia sensitif.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D4245
Nomor CAS 138-14-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Chelation/Complexation Compounds
Ukuran kemasan 100 mg
Bentuk fisik padatan/serbuk yang larut dalam air; pemerian rinci mengacu pada lembar data dan Certificate of Analysis produsen
Penyimpanan simpan pada kondisi dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produk

Deferoksamin mesilat bersifat higroskopis dan peka terhadap cahaya, sehingga sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada kondisi dingin, kering, dan terlindung dari sinar langsung. Biarkan wadah menyesuaikan suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk dan mengubah bobot penimbangan. Larutan induk umumnya disiapkan dengan air atau larutan dapar steril, kemudian dibagi menjadi porsi kecil dalam tabung gelap untuk menghindari pembekuan dan pencairan berulang. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik agar serbuk halus tidak terhirup. Hindari penggunaan alat berbahan besi yang dapat mengganggu hasil, jauhkan dari bahan pengoksidasi, dan buang sisa larutan mengikuti prosedur limbah bahan kimia laboratorium.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.