Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 694-31-5

1,5-Dimethylpyrazole TCI D4630

1,5-Dimethylpyrazole TCI D4630

Identitas Kimia

No. CAS
694-31-5
Rumus molekul
C5H8N2
Berat molekul
96.13 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,5-dimethylpyrazole
SMILES
CC1=CC=NN1C
InChIKey
LSZQMSSIUQNTDX-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL01646129
PubChem
CID 136502
Harga reguler Rp 2.677.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.677.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4630 adalah 1,5-Dimethylpyrazole, senyawa heterosiklik beranggota lima yang mengandung dua atom nitrogen berdampingan dan membawa gugus metil pada atom nitrogen posisi 1 serta pada karbon posisi 5. Sebagai heterocyclic building block, senyawa ini menjadi bahan awal yang berguna untuk membangun turunan pirazol yang lebih rumit, kelompok senyawa yang sangat lazim dijumpai pada bahan aktif farmasi maupun agrokimia. Di laboratorium, bahan ini dipakai untuk reaksi fungsionalisasi cincin, sintesis ligan, dan penyusunan pustaka senyawa uji berbasis inti pirazol yang dikenal serbaguna.

Sifat yang membuat senyawa ini menarik adalah gabungan antara aromatisitas cincin pirazol dan pengaruh substitusi metilnya. Karena nitrogen posisi 1 telah termetilasi, cincin tidak lagi memiliki proton N–H yang dapat bertukar, sehingga masalah tautomeri yang biasa merepotkan pada pirazol tak tersubstitusi menjadi hilang dan hasil reaksi lebih dapat diprediksi. Nitrogen kedua tetap bersifat basa lemah dan mampu berkoordinasi dengan pusat logam, menjadikan senyawa ini prekursor ligan yang praktis. Selain itu, cincin pirazol yang kaya elektron mudah mengalami substitusi elektrofilik terarah pada posisi 4, membuka jalan bagi pemasangan gugus halogen, nitro, atau formil untuk pengembangan lanjutan.

Untuk laboratorium di Indonesia, bahan ini biasa digunakan pada riset kimia sintesis organik, kimia medisinal, penelitian agrokimia, serta kimia koordinasi di lingkungan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Kemasan 5 mL sesuai untuk skala penelitian, cukup untuk beberapa rangkaian percobaan penapisan kondisi reaksi maupun sintesis turunan dalam jumlah kecil hingga menengah.

  • Substitusi elektrofilik pada posisi 4 cincin pirazol, karena cincin yang kaya elektron memungkinkan halogenasi, nitrasi, atau formilasi secara terarah dan terkendali.
  • Sintesis ligan berbasis azol untuk kimia koordinasi, sebab nitrogen kedua pada cincin mampu mengikat pusat logam transisi membentuk kompleks yang stabil.
  • Pembuatan zat antara farmasi berkerangka pirazol, karena inti ini banyak ditemukan pada senyawa bioaktif sehingga cocok sebagai titik awal rancangan molekul.
  • Riset agrokimia untuk pengembangan bahan aktif, sebab turunan pirazol termetilasi banyak dipelajari sebagai kerangka dasar senyawa pengendali hama dan penyakit.
  • Studi mekanisme reaksi dan pelarut heterosiklik, karena tidak adanya proton N–H menyederhanakan penafsiran spektrum dan menghilangkan kerumitan akibat tautomeri.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 694-31-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 mL
Bentuk fisik dikemas dalam satuan volume, menandakan bahan cair pada suhu ruang
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, jauh dari sumber nyala

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari panas, percikan api, serta bahan pengoksidasi dan asam kuat. Karena berupa cairan heterosiklik yang mudah menguap dan berbau, pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan pipet atau jarum suntik kering agar uapnya tidak terhirup dan bahan tidak terkontaminasi uap air. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; sediakan bahan penyerap untuk menanggulangi ceceran, dan kelola limbahnya sebagai limbah organik.

  • Manzur dkk. (2009). Syntheses and crystal structures of two new cationic 3,5-dimethylpyrazole derivatives containing organoiron mixed-sandwiches as substituent groups. Journal of Organometallic Chemistry doi:10.1016/j.jorganchem.2009.01.053
  • Sergienko dkk. (1991). Synthesis and crystal structure of the molecules of 1-(2-benzothiazolyl)-3,5-dimethylpyrazole C12H11N3S and dioxodichloro[1-(2-benzothiazolyl)-3,5-dimethylpyrazole]molybdenum(VI) [MoO2(C12H11N3S)Cl2]. Journal of Structural Chemistry doi:10.1007/bf00752551
  • Boixassa dkk. (2003). Reaction of platinum(II) derivatives with 1-hydroxyalkyl-3,5-dimethylpyrazole ligands. Cleavage of the N(pz)C(sp3) bond. X-ray crystal structure of cis-[PtCl2(HL2)2] (HL2=1-(2-hydroxyethyl)-3,5-dimethylpyrazole) and trans-[PtCl2(dmpz)2] (dmpz=3,5-dimethylpyrazole). Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/s0020-1693(03)00346-3

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.