2,3-Dihydrobenzofuran-5-boronic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa boron. Senyawa ini memiliki struktur yang kompleks dengan atom boron yang berperan sebagai pusat reaksi dalam berbagai proses kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reagen dalam reaksi coupling, seperti dalam sintesis senyawa fenolik atau senyawa dengan struktur aromatik. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini menjadi bagian penting dalam penelitian kimia organik dan sintesis molekul kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat reaktif yang tinggi, terutama terhadap reagen seperti halida organik dan logam transisi. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai senyawa, senyawa ini sangat diminati dalam reaksi yang memerlukan pembentukan ikatan baru. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas yang cukup baik dalam kondisi laboratorium yang terkendali, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proyek yang berkaitan dengan sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa boron. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mendukung pengembangan teknologi kimia dan farmasi. Dengan sifat reaktifnya, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia yang memerlukan reagen dengan kemampuan reaksi yang baik.
- Sintesis senyawa heterosiklik menggunakan reaksi coupling
- Reaksi dengan halida organik untuk pembentukan ikatan baru
- Pengembangan senyawa boron dalam bidang farmasi
- Penelitian kimia organik untuk studi struktur molekul
- Eksperimen kimia yang memerlukan reagen reaktif tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 227305-69-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering untuk mencegah reaksi dengan kelembapan. Penyimpanan dalam ruangan dengan suhu terkontrol dan menjauh dari sumber panas sangat dianjurkan. Saat menangani senyawa ini, pengguna harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini harus dihindari dari paparan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
—
