4-(3,5-Dibromophenyl)-2,6-diphenylpyrimidine adalah senyawa organik yang memiliki struktur kompleks dan digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah di bidang material dan kimia. Senyawa ini sering ditemukan dalam studi tentang semikonduktor organik, terutama dalam pengembangan material yang memiliki sifat elektronik unik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam teknologi dan industri.
Karena struktur molekulnya yang kompleks dan keberagaman substitusi pada atom karbon, senyawa ini memiliki sifat kimia yang menarik. Kombinasi gugus bromo dan fenil memberikan stabilitas kimia yang baik, serta memungkinkan reaktivitas yang dapat dikontrol dalam reaksi kimia. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan presisi dan kontrol tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah terkait material semikonduktor, terutama dalam pengembangan bahan baru untuk aplikasi elektronik dan optik. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset menggunakan senyawa ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur kompleks dan sifat kimia spesifik.
- Penelitian semikonduktor organik untuk pengembangan material elektronik
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang kimia organik
- Pengujian sifat optik dan elektronik material baru
- Eksperimen kimia untuk studi reaktivitas molekul
- Pengembangan bahan baku untuk aplikasi industri teknologi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 607740-08-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Material Building Blocks > Small Molecule Semiconductor Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Karena sifat kimia yang stabil, penanganan sehari-hari tidak memerlukan perlakuan khusus, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, senyawa ini harus dikelola dengan hati-hati dan hanya digunakan oleh personel yang terlatih.
—

