2-(3,5-Dimethoxyphenyl)-4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolane adalah senyawa organoboron yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, khususnya dalam sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam reaksi coupling seperti Suzuki-Miyaura, yang merupakan metode penting dalam sintesis molekul kompleks. Sebagai reagen organoboron, senyawa ini berperan sebagai sumber hidrida boron yang sangat reaktif dan stabil dalam kondisi tertentu.
Senyawa ini memiliki struktur yang kompleks dengan gugus dimethoxyphenyl yang memberikan sifat elektron donor yang baik. Struktur tetramethyl pada dioxaborolane memberikan stabilitas terhadap oksidasi dan reaksi yang tidak diinginkan. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi kimia yang membutuhkan kestabilan dan reaktivitas yang terkendali.
Dalam laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas memanfaatkan senyawa ini untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi medis atau industri.
- Reaksi coupling Suzuki-Miyaura untuk sintesis senyawa aromatik
- Pembentukan senyawa heterosiklik dalam sintesis molekul kompleks
- Pengembangan senyawa farmakologis melalui reaksi substitusi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organoboron dalam kondisi berbeda
- Sintesis senyawa dengan struktur kompleks yang memerlukan reagen stabil
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 365564-07-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara bebas serta sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang reaktif, wadah harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau kaca. Selama penyimpanan, pastikan area laboratorium tetap kering dan bebas dari kelembapan berlebihan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk menghindari kontak langsung.
—
