Dihydrorhodamine 6G adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah, terutama dalam bidang material ilmu dan optik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang memungkinkan absorpsi dan emisi cahaya pada panjang gelombang tertentu, sehingga sangat berguna dalam penelitian tentang material fotonik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pigmen, indikator fluoresensi, dan komponen dalam perangkat optik.
Dihydrorhodamine 6G memiliki sifat fluoresensi yang kuat, yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran cahaya atau respons optik. Senyawa ini juga stabil dalam kondisi tertentu dan mudah dilarutkan dalam pelarut organik, seperti etanol atau aseton. Karena sifat tersebut, senyawa ini sangat cocok untuk eksperimen yang memerlukan konsistensi dan akurasi dalam proses analisis.
Di laboratorium Indonesia, Dihydrorhodamine 6G digunakan dalam penelitian material optik, pengembangan sensor, dan studi tentang interaksi cahaya dengan bahan. Bahan ini juga sering ditemukan dalam eksperimen kimia dan analisis kuantitatif yang memerlukan indikator fluoresensi. Karena ketersediaannya dan sifatnya yang baik, senyawa ini menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian dan universitas.
- Analisis fluoresensi untuk karakterisasi material optik
- Pembuatan indikator kimia dalam reaksi fotokimia
- Pengembangan sensor optik untuk deteksi konsentrasi zat
- Penelitian tentang sifat optik dari bahan fotonik
- Eksperimen kimia yang memerlukan respons cahaya terhadap perubahan lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 217176-83-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Photonic Materials and Optical Materials > Xanthene Dyes |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung |
Dihydrorhodamine 6G harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan dihindari dari kelembapan berlebihan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung. Karena sifat fluoresensinya, bahan ini juga perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah pencemaran lingkungan dan memastikan keamanan dalam proses eksperimen.
- Folkes dkk. (2009). Kinetics of reaction of nitrogen dioxide with dihydrorhodamine and the reaction of the dihydrorhodamine radical with oxygen: Implications for quantifying peroxynitrite formation in cells. Archives of Biochemistry and Biophysics doi:10.1016/j.abb.2008.10.014
- Qin dkk. (2008). Dihydrorhodamine 123 is superior to 2,7‐dichlorodihydrofluorescein diacetate and dihydrorhodamine 6G in detecting intracellular hydrogen peroxide in tumor cells. Cell Biology International doi:10.1016/j.cellbi.2007.08.028
- Mahendran dkk. (2022). Dihydrorhodamine Test From a Clinical Point of View. Chest doi:10.1016/j.chest.2022.01.027
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
