DMH-1 adalah senyawa molekul kecil yang digunakan sebagai penghambat selektif jalur pensinyalan bone morphogenetic protein (BMP). Senyawa ini merupakan turunan dari kelompok dorsomorfin dan dikenal karena selektivitasnya terhadap reseptor tipe I jalur BMP, khususnya ALK2, dengan aktivitas silang yang relatif rendah terhadap jalur lain. Di laboratorium biologi sel dan riset sel punca, bahan seperti ini berperan sebagai alat farmakologi untuk mematikan satu jalur pensinyalan secara terarah, sehingga peneliti dapat mengamati peran jalur tersebut dalam diferensiasi, pertumbuhan, maupun perkembangan sel tanpa perlu melakukan manipulasi genetik.
Alasan utama senyawa ini dipilih adalah selektivitasnya. Penghambat jalur BMP generasi awal sering juga menghambat reseptor kinase lain, sehingga hasil eksperimen menjadi sulit ditafsirkan. Profil selektivitas DMH-1 yang lebih terarah membuat data yang diperoleh lebih bersih dan lebih mudah dihubungkan dengan jalur BMP secara khusus. Sebagai molekul kecil, senyawa ini juga bekerja cepat, dosisnya dapat diatur, dan efeknya bersifat reversibel apabila senyawa dihilangkan dari medium kultur, keunggulan yang sulit ditandingi oleh pendekatan berbasis pembungkaman gen. Bahan ini umumnya dilarutkan dalam DMSO untuk membuat larutan induk yang kemudian diencerkan ke dalam medium kultur pada konsentrasi kerja yang telah dioptimasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini biasanya dipakai pada riset sel punca, biologi perkembangan, neurosains, rekayasa jaringan, dan onkologi molekular di fakultas kedokteran, farmasi, biologi, serta lembaga penelitian bioteknologi. Kemasan 10 mg dan 50 mg sesuai dengan kebutuhan kultur sel yang bekerja pada skala mikromolar, di mana satu kemasan kecil dapat mencakup banyak rangkaian percobaan. Ukuran kemasan ini juga membantu laboratorium menjaga mutu senyawa karena larutan induk sebaiknya dibuat dalam jumlah terbatas dan disimpan sebagai alikuot.
- Pengarahan diferensiasi sel punca: penghambatan jalur BMP secara selektif dipakai untuk mendorong sel punca menuju garis keturunan tertentu dalam protokol kultur terarah.
- Studi induksi neural: peneliti memanfaatkan senyawa ini untuk menekan sinyal BMP yang menghambat pembentukan jaringan saraf pada model kultur berlapis.
- Penelitian biologi perkembangan: penghambatan terarah membantu memetakan peran jalur BMP pada pembentukan pola jaringan tanpa memerlukan rekayasa genetik.
- Riset rekayasa jaringan dan pengerasan jaringan: jalur BMP terkait pembentukan tulang, sehingga penghambatnya berguna dalam model osifikasi dan kalsifikasi abnormal.
- Penapisan mekanisme pada onkologi molekular: senyawa ini dipakai untuk menguji ketergantungan sel kanker terhadap sinyal BMP dalam eksperimen kultur terkendali.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1206711-16-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Cell Signaling and Neuroscience |
| Ukuran kemasan | 10 mg dan 50 mg |
| Bentuk fisik | padatan (bubuk); umumnya dilarutkan dalam DMSO untuk larutan induk |
| Penyimpanan | simpan pada kondisi dingin dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran penyimpanan pada label produsen |
Simpan bubuk dalam wadah asli yang tertutup rapat, pada kondisi dingin dan kering serta terlindung dari cahaya, mengikuti anjuran pada label produsen. Sebelum membuka wadah dingin, biarkan mencapai suhu ruang agar uap air tidak mengembun di dalam botol. Larutan induk dalam DMSO sebaiknya dibagi menjadi alikuot kecil dalam tabung mikro bertutup rapat dan disimpan beku untuk menghindari siklus beku–lumer berulang yang dapat menurunkan aktivitas. Karena senyawa ini aktif secara biologis, gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, tangani bubuk di dalam kabinet keselamatan biologis atau lemari asam, dan hindari terhirup. Kelola limbah beserta wadah kultur terkontaminasi mengikuti prosedur limbah laboratorium biologi.
- U dkk. (2024). Proteomics of MIH and DMH Affected Permanent and Primary Molars. Acta Scientific Dental Scienecs doi:10.31080/asds.2024.08.1837
- Beritich dkk. (2026). Trend-Cycle Estimation: An Exhaustive Revision Analysis for DMH and DMH-D Methods Using Nondefault Henderson Filters. Journal of Time Series Econometrics doi:10.1515/jtse-2025-0031
- Christudoss dkk. (2008). Unsymmetrical DMH – An isomer of 1,2 DMH – Is it potent to induce gastrointestinal carcinoma in rats?. Experimental and Toxicologic Pathology doi:10.1016/j.etp.2007.11.003
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

