TCI D5743 dengan nomor CAS 68039-49-6 adalah 2,4-Dimethyl-3-cyclohexene-1-carboxaldehyde yang dipasok sebagai campuran isomer. Senyawa ini merupakan aldehida alisiklik tak jenuh dengan kerangka sikloheksena yang membawa dua gugus metil serta satu gugus formil pada posisi cincin. Di laboratorium sintesis organik, bahan ini berperan sebagai building block non-heterosiklik, yaitu bahan awal berukuran kecil yang menyediakan titik reaksi siap pakai sehingga peneliti tidak perlu membangun kerangka karbonnya sendiri dari nol. Kehadiran gugus karbonil aldehida menjadikannya titik masuk yang lazim untuk berbagai transformasi lanjutan dalam rangkaian sintesis bertahap.
Karakteristik yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah kombinasi antara gugus aldehida yang reaktif dan ikatan rangkap internal pada cincin yang relatif kurang reaktif, sehingga keduanya dapat dibedakan secara kimia dalam satu molekul. Gugus formil mudah mengalami kondensasi aldol, reaksi Wittig, aminasi reduktif, reduksi menjadi alkohol primer, maupun oksidasi menjadi asam karboksilat. Sementara itu kerangka sikloheksena memberi kekakuan konformasi dan karakter hidrofobik yang berguna ketika peneliti ingin mempelajari pengaruh bentuk molekul terhadap sifat produk akhir. Bentuk campuran isomer juga menjadikannya pilihan ekonomis untuk kerja eksplorasi dan penapisan reaksi.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini umum dijumpai pada kelompok riset kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium penelitian bahan pewangi dan flavor, serta unit pengembangan produk industri kosmetik dan perawatan diri. Ukuran kemasan 25 g dan 100 g memudahkan penyesuaian antara kebutuhan riset skala kecil di tingkat tugas akhir atau tesis dengan kebutuhan optimasi proses yang menuntut jumlah lebih besar. Ketersediaan dalam dua varian juga membantu laboratorium mengelola stok agar bahan tidak tersimpan terlalu lama.
- Sintesis organik multitahap, karena gugus aldehidanya menyediakan titik reaksi tunggal yang dapat diarahkan ke berbagai transformasi lanjutan secara terkendali dan berurutan.
- Riset bahan pewangi dan flavor, sebab kerangka sikloheksena termetilasi merupakan motif yang lazim ditelaah pada senyawa aroma turunan terpenoid di laboratorium.
- Reaksi kondensasi aldol dan Wittig, karena gugus formil bereaksi baik dengan enolat maupun ilida fosfor untuk memperpanjang rantai karbon secara efisien.
- Aminasi reduktif untuk membuat amina sekunder dan tersier, memanfaatkan pembentukan imina antara aldehida dan amina yang kemudian direduksi pada tahap berikutnya.
- Bahan rujukan pembanding pada analisis kromatografi gas, karena campuran isomernya berguna untuk menguji daya pisah kolom dan mengevaluasi kondisi metode.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 68039-49-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 100 g |
| Bentuk fisik | cairan, dipasok sebagai campuran isomer |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dalam wadah tertutup rapat |
Simpan senyawa ini di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, serta sinar matahari langsung. Gunakan wadah asli yang tertutup rapat karena aldehida secara umum rentan terhadap oksidasi oleh udara; menutup kembali botol segera setelah pengambilan akan menjaga mutu bahan. Penanganan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan alat pelindung diri berupa sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata, jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat, serta selalu merujuk pada label kemasan dan Safety Data Sheet resmi sebelum digunakan.
—
