TCI D5920 dengan nomor CAS 1192027-04-5 adalah N,N-Dimethyl-N'-(3-thioxo-3H-1,2,4-dithiazol-5-yl)formimidamide, reagen heterosiklik yang dikenal di kalangan peneliti oligonukleotida sebagai reagen sulfurisasi DDTT. Molekul ini memuat cincin 1,2,4-ditiazol dengan gugus tiokso yang menjadi sumber atom belerang reaktif. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai reagen transfer belerang pada sintesis oligonukleotida fase padat, yaitu untuk mengubah ikatan fosfit menjadi fosforotioat setelah tahap kopling. Peran tersebut menjadikannya komponen penting dalam pembuatan oligonukleotida antisense, aptamer, dan berbagai konstruksi asam nukleat termodifikasi untuk riset biomolekuler.
Sifat yang membuat reagen ini banyak dipilih adalah efisiensi sulfurisasi yang tinggi dengan waktu reaksi singkat, sehingga siklus sintesis pada synthesizer otomatis tetap ringkas tanpa mengorbankan kelengkapan konversi. Reagen ini juga menunjukkan kestabilan larutan yang baik pada pelarut yang lazim digunakan dalam alur kerja fosforamidit, sehingga larutan dapat dipasang pada instrumen dan dipakai berulang selama periode kerja normal. Selain itu, sifatnya yang tidak menimbulkan reaksi samping berlebihan pada gugus pelindung nukleobasa membuat kemurnian produk mentah lebih mudah dijaga, yang pada akhirnya mempermudah tahap pemurnian dengan HPLC atau kromatografi lain.
Untuk laboratorium di Indonesia, reagen ini relevan bagi laboratorium biologi molekuler, bioteknologi, dan unit riset yang mengoperasikan synthesizer oligonukleotida, termasuk fasilitas layanan sintesis primer dan probe. Ketersediaan kemasan 5 g, 25 g, dan 100 g memberi keleluasaan, mulai dari uji coba metode skala kecil hingga produksi rutin oligonukleotida termodifikasi dalam volume kerja yang lebih besar.
- Sulfurisasi ikatan fosfit menjadi fosforotioat, karena gugus tiokso pada cincin ditiazol mentransfer atom belerang secara cepat dan efisien selama siklus sintesis.
- Sintesis oligonukleotida antisense termodifikasi, sebab tulang punggung fosforotioat meningkatkan ketahanan terhadap nuklease sehingga oligonukleotida lebih stabil pada percobaan biologis.
- Pembuatan aptamer dan probe asam nukleat, mengingat modifikasi belerang dapat dimasukkan pada posisi terpilih untuk mengatur afinitas dan stabilitas konstruksi.
- Operasi synthesizer oligonukleotida otomatis, karena kestabilan larutan reagen memungkinkan pemasangan pada jalur instrumen tanpa penggantian yang terlalu sering.
- Pengembangan metode kimia asam nukleat, sebab reagen ini menjadi standar pembanding ketika peneliti mengevaluasi efisiensi tahap sulfurisasi pada protokol baru.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1192027-04-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g, 25 g, dan 100 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk (rujuk label dan Certificate of Analysis kemasan) |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung kelembapan sesuai anjuran produsen |
Simpan reagen dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan, karena air dapat menurunkan mutu reagen dan mengganggu efisiensi sulfurisasi. Gunakan pelarut anhidrat berkualitas tinggi saat menyiapkan larutan kerja, dan tempatkan larutan pada botol reagen instrumen yang bersih serta terlindung udara lembap. Timbang bahan dengan spatula kering dan segera tutup kembali wadah induk. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerja di lemari asam karena reagen belerang dapat menimbulkan bau menyengat. Rujuk Safety Data Sheet resmi sebelum penggunaan.
—
