Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 288315-03-7

3,3-Difluoroazetidine Hydrochloride TCI D5975

3,3-Difluoroazetidine Hydrochloride TCI D5975

Identitas Kimia

No. CAS
288315-03-7
PubChem
CID 2758247·SID 468591671
Rumus molekul
C3H5F2N.HCl
Berat molekul
129.53 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,3-difluoroazetidine;hydrochloride
SMILES
C1C(CN1)(F)F.Cl
InChIKey
CDBAEFXTCRKJPZ-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL05663714
Harga reguler Rp 1.326.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.326.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5975 3,3-Difluoroazetidine Hydrochloride adalah building block terfluorinasi berbasis cincin azetidin, yaitu heterosiklus jenuh beranggota empat yang mengandung satu atom nitrogen. Pada senyawa ini, dua atom fluor terikat pada atom karbon posisi tiga, dan amina siklusnya dipasok dalam bentuk garam hidroklorida. Di laboratorium sintesis organik dan kimia medisinal, senyawa ini berfungsi sebagai unit amina sekunder siap pakai yang disambungkan ke kerangka molekul target melalui reaksi amidasi, alkilasi reduktif, substitusi aromatik nukleofilik, maupun reaksi kopling terkatalisis logam transisi untuk membentuk ikatan karbon–nitrogen.

Sejumlah sifat menjadikan bahan ini sangat diminati. Cincin azetidin memberikan kerangka tiga dimensi yang padat dan kaku, menaikkan proporsi karbon sp3 pada molekul akhir tanpa menambah bobot molekul secara berlebihan, sehingga menjadi alternatif menarik bagi cincin piperidin atau pirolidin yang lebih besar. Dua atom fluor pada posisi tiga menarik kerapatan elektron dengan kuat dan menurunkan kebasaan nitrogen azetidin secara nyata, suatu penyesuaian yang sering digunakan untuk mengatur sifat fisikokimia molekul rancangan. Fluorinasi pada posisi ini juga melindungi karbon tersebut dari oksidasi metabolik. Bentuk garam hidroklorida membuat padatan lebih stabil, tidak mudah menguap, dan lebih mudah ditimbang dibanding amina bebasnya yang bersifat volatil.

Kelompok riset kimia medisinal, kimia organik sintetik, dan laboratorium pengembangan bahan aktif di Indonesia memakai building block terfluorinasi semacam ini untuk membangun pustaka senyawa dan menyiapkan analog dari molekul acuan. Kemasan 1 g dan 5 g menyesuaikan kebutuhan penapisan awal maupun sintesis bertahap yang memerlukan bahan lebih banyak. Penggunaannya biasanya disertai penambahan basa untuk membebaskan amina dari garamnya sebelum reaksi berlangsung.

  • Pemasangan unit azetidin pada kerangka obat percobaan, karena cincin kecil yang kaku menambah karakter tiga dimensi tanpa menaikkan bobot molekul berlebihan.
  • Reaksi amidasi dengan asam karboksilat aktif, sebab nitrogen azetidin bereaksi sebagai amina sekunder membentuk amida yang stabil setelah dibebaskan dari garamnya.
  • Substitusi aromatik nukleofilik pada heteroarena kekurangan elektron, mengingat amina siklik kecil ini menjadi nukleofil yang efektif pada kondisi basa yang tepat.
  • Kopling Buchwald–Hartwig untuk membentuk ikatan karbon–nitrogen, karena amina sekunder siklik merupakan pasangan reaksi baku dalam katalisis paladium.
  • Pembangunan pustaka senyawa terfluorinasi, sebab dua atom fluor pada satu posisi secara sistematis menurunkan kebasaan dan mengubah sifat fisikokimia turunannya.

Merek TCI
Nomor CAS 288315-03-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan garam hidroklorida
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, hindari kelembapan

Garam hidroklorida amina umumnya higroskopis, sehingga botol harus selalu tertutup rapat dan sebaiknya disimpan di dalam desikator berisi silika gel atau lemari pendingin bahan kimia. Bila disimpan dingin, biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun dan menggumpalkan padatan. Gunakan spatula kering dan lakukan penimbangan secepat mungkin di lemari asam. Saat dibebaskan menjadi amina bebas dengan penambahan basa, ingat bahwa amina siklik kecil bersifat volatil dan berbau menyengat, sehingga seluruh tahapan sebaiknya dikerjakan di lemari asam. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, lalu buang limbah melalui jalur limbah kimia yang berlaku.

—