TCI D6148 Protoporphyrin IX Dimethyl Ester adalah turunan porfirin alami yang kedua gugus asam propionatnya telah diubah menjadi ester metil. Porfirin merupakan makrosiklus dengan empat cincin pirol yang saling terhubung dan membentuk rongga tengah berisi empat atom nitrogen, yaitu kerangka yang sama dengan inti hem pada hemoglobin. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai ligan pendonor nitrogen sekaligus sebagai molekul model untuk mempelajari perilaku sistem biologis yang mengandung logam, khususnya reaksi yang melibatkan pengikatan dan pengaktifan molekul kecil oleh pusat logam.
Sifat utama yang menjadikannya banyak dipilih adalah bentuk esternya. Berbeda dengan protoporfirin IX bebas yang sukar larut dalam pelarut organik dan cenderung menggumpal, bentuk diester metilnya jauh lebih mudah dilarutkan dalam pelarut organik biasa sehingga lebih praktis untuk reaksi sintesis, pemurnian kromatografi, dan pengukuran spektroskopi. Rongga makrosiklusnya mampu mengikat berbagai ion logam transisi secara kuat untuk membentuk kompleks metaloporfirin. Selain itu, sistem terkonjugasi yang sangat luas memberi serapan cahaya yang kuat dan khas serta sifat fotofisik yang dimanfaatkan pada riset fotokimia dan fotosensitisasi.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada riset kimia anorganik dan katalisis di perguruan tinggi, laboratorium biokimia yang mempelajari protein hem, serta kelompok riset fotokimia dan biomedis yang menelaah terapi berbasis cahaya. Kemasan 100 mg sesuai dengan pola pemakaian porfirin yang umumnya hanya memerlukan jumlah kecil per percobaan, karena serapan molarnya sangat tinggi sehingga larutan encer pun sudah memadai untuk pengukuran.
- Sintesis kompleks metaloporfirin, karena rongga makrosiklusnya mengikat ion logam transisi secara kuat dan menghasilkan katalis dengan geometri koordinasi yang terdefinisi baik.
- Katalisis oksidasi dan transfer atom oksigen, sebab kompleks logam porfirin meniru cara kerja enzim sitokrom sehingga cocok sebagai sistem model laboratorium.
- Penelitian biokimia protein hem, mengingat kerangkanya identik dengan inti hem sehingga dapat dipakai untuk merekonstitusi atau membandingkan perilaku protein pembawa oksigen.
- Riset fotosensitisasi dan terapi fotodinamik tahap praklinis, karena porfirin menyerap cahaya tampak dengan kuat dan mampu membangkitkan spesies oksigen reaktif.
- Perakitan material supramolekul dan sensor optik, sebab serapan serta emisinya berubah secara khas ketika berinteraksi dengan analit atau ion logam tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5522-66-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Nitrogen-Donor Ligands [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | padatan berwarna pekat khas porfirin; deskripsi pasti mengikuti label dan Certificate of Analysis dari TCI |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat, terlindung cahaya, di tempat sejuk dan kering |
Porfirin sangat peka terhadap cahaya, sehingga bahan ini wajib disimpan dalam wadah gelap atau wadah yang dibungkus aluminium foil, tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering. Paparan cahaya berkepanjangan dapat memicu fotodegradasi yang mengubah profil serapan dan menurunkan keandalan data. Larutan yang sudah dibuat sebaiknya dipakai segera atau disimpan terlindung cahaya dalam waktu singkat. Karena senyawa ini dapat berperan sebagai fotosensitisator, hindari kontak kulit dan bekerjalah di area dengan pencahayaan terkendali. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, lakukan penimbangan di lemari asam, dan rujuk Safety Data Sheet resmi sebelum bekerja.
—
