Diflorasone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan biokimia untuk mempelajari mekanisme kerja obat serta efek biologisnya. Sebagai reagen farmakologi, senyawa ini berperan dalam eksperimen yang berkaitan dengan respons inflamasi, aktivasi sel imun, dan efek anti-inflamasi. Diflorasone sering digunakan dalam penelitian yang mengeksplorasi keterlibatan hormon steroid dalam proses penyembuhan dan respons tubuh terhadap stres.
Diflorasone memiliki sifat kimia yang stabil dan memungkinkan penggunaan dalam berbagai kondisi eksperimental. Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, sehingga memungkinkan interaksi spesifik dengan reseptor biologis. Keistimewaan utamanya adalah kemampuannya untuk memperjelas mekanisme kerja obat dalam skala laboratorium, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, Diflorasone digunakan dalam penelitian terapan klinis dan penelitian dasar. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium yang fokus pada pengembangan obat baru, studi efek samping, serta eksperimen terapi inflamasi. Peneliti di Indonesia memanfaatkan bahan ini untuk memperluas pemahaman tentang peran steroid dalam pengobatan penyakit kronis.
- Penelitian tentang mekanisme kerja obat anti-inflamasi
- Eksperimen untuk menguji respons imun terhadap peradangan
- Pengembangan obat baru dengan efek steroid
- Studi tentang efek samping obat steroid pada organ tubuh
- Analisis interaksi molekuler antara steroid dan reseptor biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2557-49-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya |
Diflorasone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan gelap untuk mencegah degradasi kimia. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam laboratorium, bahan ini harus dianggap sebagai bahan berbahaya dan dikelola sesuai dengan protokol keselamatan kimia. Penggunaan harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung.
- Mandrea (1998). Topical Diflorasone Ointment for Treatment of Recalcitrant, Excessive Granulation Tissue. Dermatologic Surgery doi:10.1111/j.1524-4725.1998.tb00024.x
- Maccaroni dkk. (2009). Structures from powders: Diflorasone diacetate. Steroids doi:10.1016/j.steroids.2008.09.014
- (2019). Diflorasone. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-019-62032-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
