Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1211586-09-2

tert-Butyl 6-Amino-2-azaspiro[3.3]heptane-2-carboxylate TCI D6448

tert-Butyl 6-Amino-2-azaspiro[3.3]heptane-2-carboxylate TCI D6448

Identitas Kimia

Nama lain
2-Boc-6-Amino-2-azaspiro[3.3]heptane
No. CAS
1211586-09-2
PubChem
CID 46930560
Rumus molekul
C11H20N2O2
Berat molekul
212.29 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
tert-butyl 6-amino-2-azaspiro[3.3]heptane-2-carboxylate
SMILES
CC(C)(C)OC(=O)N1CC2(C1)CC(C2)N
InChIKey
WJDUCDSPGKNBBW-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL15071432
Harga reguler Rp 1.458.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.458.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D6448 adalah tert-Butyl 6-Amino-2-azaspiro[3.3]heptane-2-carboxylate, bahan baku sintesis heterosiklik yang membawa gugus amina primer pada kerangka spiro azetidina-siklobutana, dengan nitrogen cincin sudah terlindungi gugus Boc. Pengaturan seperti ini menghasilkan molekul dengan dua atom nitrogen yang dibedakan reaktivitasnya: satu bebas dan siap bereaksi, satu lagi terkunci sementara. Di laboratorium, keunggulan tersebut dipakai untuk membangun molekul secara bertahap — amina primer dikopling lebih dahulu, baru kemudian pelindung Boc dilepas untuk membuka nitrogen kedua.

Sifat yang membuat bahan ini banyak dicari adalah kerangka spiro[3.3]heptana yang kaku, kaya karbon sp3, dan bersifat tiga dimensi. Dalam rancangan molekul obat, kerangka semacam ini kerap dipakai sebagai pengganti cincin piperidina atau sikloheksana agar bentuk molekul berubah tanpa menambah sifat lipofilik berlebihan. Amina primer pada posisi 6 merupakan gugus fungsi paling serbaguna dalam kimia medisinal: dapat membentuk amida dengan asam karboksilat, sulfonamida dengan sulfonil klorida, urea dengan isosianat, maupun ikatan C–N pada reaksi substitusi aromatik nukleofilik dan kopling terkatalis logam.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan seperti ini pada program penemuan obat di perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan unit R&D farmasi, khususnya ketika menyusun seri analog untuk kajian hubungan struktur dan aktivitas. Ketersediaan kemasan 200 mg dan 1 g memudahkan penyesuaian, baik untuk uji coba rute sintesis maupun pembuatan beberapa turunan sekaligus.

Brosur TCI (PDF)

  • Pembentukan amida: amina primer dikopling dengan asam karboksilat menggunakan reagen kopling standar untuk menyusun seri analog secara cepat.
  • Sintesis sulfonamida dan urea: reaksi dengan sulfonil klorida atau isosianat menghasilkan turunan yang lazim ditemui pada molekul kandidat obat.
  • Substitusi aromatik nukleofilik: amina menyerang cincin aromatik miskin elektron untuk membentuk ikatan karbon-nitrogen tanpa memerlukan katalis logam.
  • Kopling terkatalis logam: dipakai sebagai pasangan amina pada reaksi aminasi Buchwald-Hartwig untuk menempelkan kerangka spiro ke inti aromatik.
  • Penggantian kerangka (scaffold hopping): menggantikan cincin jenuh konvensional guna memperbaiki bentuk tiga dimensi dan profil fisikokimia molekul target.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D6448
Nomor CAS 1211586-09-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik mengacu pada lembar data dan sertifikat analisis yang menyertai lot produk
Penyimpanan tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya; wadah tertutup rapat

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat pada tempat sejuk dan kering. Amina primer bebas dapat menyerap karbon dioksida dan uap air dari udara, sehingga wadah sebaiknya tidak dibiarkan terbuka lama; bila tersedia, penyimpanan di bawah gas lembam seperti nitrogen atau argon membantu menjaga mutu. Jauhkan dari asam kuat karena gugus Boc mudah terlepas pada suasana asam. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang, sebaiknya di lemari asam. Kumpulkan sisa bahan dan pelarut reaksi pada wadah limbah organik terpisah.

  • Meyers dkk. (2009). Synthesis of tert -Butyl 6-Oxo-2-azaspiro[3.3]heptane-2-carboxylate. Organic Letters doi:10.1021/ol901325s
  • Moskalenko dkk. (2013). ChemInform Abstract: Two Pathways in the Reaction of tert‐Butyl 3‐Oxo‐1‐oxa‐8‐azaspiro[4.5]decane‐8‐carboxylate with N,N‐Dimethylformamide Dimethyl Acetal.. ChemInform doi:10.1002/chin.201315149
  • BLANK dkk. (1993). ChemInform Abstract: Preparation of (R,R)‐ or (S,S)‐2‐Amino‐3‐hydroxycarboxylic Acids (allo‐ Threonine Analogues) by Acylation/Reduction of tert‐Butyl 2‐tert‐Butyl‐ 3‐methyl‐4‐oxoimidazolidine‐1‐carboxylate (Boc‐BMI).. ChemInform doi:10.1002/chin.199348246

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.