TCI E0073 Ethylcyclohexane adalah hidrokarbon sikloalifatik jenuh yang tersusun dari cincin sikloheksana dengan satu gugus etil terikat padanya, dan hadir sebagai cairan bening tak berwarna. Karena tidak memiliki ikatan rangkap maupun gugus fungsi polar, senyawa ini berperan di laboratorium terutama sebagai pelarut non-polar dan sebagai senyawa acuan pada pekerjaan analitik. Kehadirannya penting pada kajian hidrokarbon karena strukturnya mewakili golongan naftena, yaitu kelompok senyawa siklik jenuh yang banyak dijumpai dalam fraksi minyak bumi dan bahan bakar cair.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kestabilan kimianya yang tinggi dan sifat non-polar yang konsisten. Karena inert terhadap sebagian besar reagen, senyawa ini tidak mengganggu jalannya reaksi sehingga aman dipakai sebagai medium untuk melarutkan senyawa organik non-polar maupun sebagai pengencer pada pengukuran instrumen. Titik didihnya berada pada rentang yang praktis untuk pekerjaan laboratorium, sehingga penguapan pelarut dan pemisahan produk dapat dilakukan tanpa peralatan khusus. Sifat hidrofobiknya juga memudahkan pemisahan fasa pada tahap ekstraksi. Kemasan 25mL dan 500mL memberi pilihan antara kebutuhan analitik yang berporsi kecil dan pemakaian sebagai pelarut rutin.
Di Indonesia, ethylcyclohexane banyak dimanfaatkan pada laboratorium pengujian minyak dan gas, laboratorium kalibrasi kromatografi, serta kelompok riset katalisis dan bahan bakar di universitas maupun lembaga penelitian. Kemasan 25mL sesuai bagi laboratorium yang memakainya sebagai baku pembanding dengan jumlah terbatas, sementara kemasan 500mL menopang penggunaan berkelanjutan sebagai pelarut pada penelitian yang berjalan panjang.
- Pelarut non-polar untuk sintesis: sifatnya yang inert dan hidrofobik membuatnya aman dipakai melarutkan senyawa organik tanpa mengganggu jalannya reaksi.
- Baku pembanding kromatografi: struktur naftena yang jelas menjadikannya senyawa acuan yang berguna untuk mengidentifikasi puncak pada analisis fraksi hidrokarbon.
- Penelitian bahan bakar dan naftena: senyawa ini dipakai sebagai model komponen siklik jenuh dalam kajian pembakaran dan konversi bahan bakar cair.
- Media uji katalis perengkahan: kestabilannya pada kondisi ringan memungkinkan peneliti mengamati aktivitas katalis pada suhu tinggi secara terkendali.
- Pelarut ekstraksi dan pembilas alat: kemampuannya melarutkan residu berminyak membantu membersihkan peralatan gelas dari kontaminan non-polar yang membandel.
| Merek | TCI (kode produk E0073) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1678-91-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL dan 500mL |
| Bentuk fisik | cairan tak berwarna dengan bau hidrokarbon |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber api |
Ethylcyclohexane adalah cairan mudah terbakar sehingga penyimpanannya sebaiknya di lemari bahan mudah menyala, jauh dari nyala api, permukaan panas, dan bahan pengoksidasi kuat. Gunakan wadah kaca atau logam yang tertutup rapat dan diberi label lengkap, karena pelarut hidrokarbon dapat melunakkan sebagian jenis plastik. Penuangan dan pemipetan dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan tahan pelarut, pelindung mata, dan jas laboratorium. Uapnya lebih berat dari udara dan dapat berkumpul di lantai atau ruang tertutup, sehingga ventilasi harus terjaga. Sisa pelarut jangan dibuang ke saluran air, tetapi dikumpulkan pada wadah limbah pelarut organik.
- Vanderover dkk. (2008). Ignition time measurements for methylcylcohexane‐ and ethylcyclohexane‐air mixtures at elevated pressures. International Journal of Chemical Kinetics doi:10.1002/kin.20370
- Mali dkk. (2023). Polycyclic aromatic hydrocarbons production from the supercritical pyrolysis of n-decane, ethylcyclohexane, and n-decane/ethylcyclohexane blends. Proceedings of the Combustion Institute doi:10.1016/j.proci.2022.08.110
- Wang dkk. (2023). Liquid densities of n-octane, ethylcyclohexane and their binary mixtures {(x) n-octane) + (1 − x) ethylcyclohexane} at temperatures from (283 to 363) K and pressures up to 60 MPa. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2023.107121
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
