Diethyl Ethylmalonate dengan nomor CAS 133-13-1 adalah ester dietil dari asam etilmalonat dan merupakan salah satu reagen paling dikenal dalam sintesis organik klasik. Senyawa ini menghadirkan gugus metilen aktif yang diapit dua gugus ester, sehingga proton pada posisi tersebut relatif mudah dilepaskan oleh basa. Dalam praktik laboratorium, bahan ini menjadi titik awal yang andal untuk membangun kerangka karbon baru melalui reaksi alkilasi, kondensasi, maupun siklisasi, dan telah lama digunakan dalam pembelajaran maupun penelitian kimia organik tingkat lanjut.
Karakteristik yang membuat Diethyl Ethylmalonate banyak dipilih adalah keberadaan satu gugus etil yang sudah terpasang pada karbon aktif, sehingga peneliti dapat langsung melanjutkan ke tahap alkilasi kedua tanpa perlu menyiapkan turunan monoalkil terlebih dahulu. Dua gugus ester juga memberi jalan keluar yang bersih pada akhir sintesis, karena hidrolisis diikuti dekarboksilasi akan menyisakan kerangka asam karboksilat yang diinginkan. Sebagai cairan yang mudah dipindahkan dengan pipet dan larut dalam banyak pelarut organik, senyawa ini praktis digunakan dalam berbagai rancangan reaksi skala laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak dijumpai pada laboratorium kimia organik perguruan tinggi, unit riset sintesis bahan aktif farmasi, serta laboratorium pengembangan senyawa heterosiklik. Kemasan 25mL memenuhi kebutuhan percobaan tunggal maupun praktikum lanjutan, sedangkan kemasan 500mL mendukung program sintesis berulang atau optimasi kondisi reaksi. Karena berbentuk ester cair yang dapat terhidrolisis perlahan bila terkena uap air, penyimpanan dalam kondisi kering menjadi perhatian penting di iklim tropis.
- Sintesis ester malonat melalui alkilasi kedua, karena karbon aktifnya masih membawa satu proton yang mudah dilepas oleh basa kuat.
- Pembuatan asam karboksilat bercabang melalui hidrolisis dan dekarboksilasi, sebab dua gugus ester memberikan jalur pelepasan yang bersih pada tahap akhir sintesis.
- Sintesis senyawa heterosiklik seperti turunan pirimidin dan barbiturat, karena gugus metilen aktif mudah berkondensasi dengan pereaksi yang mengandung nitrogen.
- Reaksi kondensasi Knoevenagel dengan aldehida atau keton, sebab keasaman proton pada karbon aktif memungkinkan pembentukan ikatan rangkap karbon-karbon baru.
- Latihan dan demonstrasi sintesis organik klasik di laboratorium pendidikan, karena reaksinya berlangsung dapat diramalkan dan menggambarkan konsep karbon aktif dengan jelas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 133-13-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL dan 500mL |
| Bentuk fisik | cairan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat, jauh dari kelembapan |
Simpan Diethyl Ethylmalonate dalam botol aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung, panas, serta api terbuka. Sebagai senyawa ester, bahan ini dapat terhidrolisis secara perlahan bila terpapar uap air atau basa, sehingga botol sebaiknya tidak dibiarkan terbuka dan alat pengambil harus benar-benar kering. Lakukan penanganan di dalam lemari asam dengan mengenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Jauhkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi kuat. Tumpahan segera diserap dengan bahan inert, dan limbah dibuang melalui jalur pengelolaan limbah kimia laboratorium.
- Hwu dkk. (2004). Vapor–liquid equilibrium of carbon dioxide with diethyl methylmalonate, diethyl ethylmalonate and diethyl n-butylmalonate at elevated pressures. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2003.08.014
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
