Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 94-68-8

N-Ethyl-o-toluidine TCI E0177

N-Ethyl-o-toluidine TCI E0177

Identitas Kimia

Nama lain
N-Ethyl-2-methylaniline · 2-(Ethylamino)toluene
No. CAS
94-68-8
PubChem
CID 7201·SID 87569470
Rumus molekul
C9H13N
Berat molekul
135.21 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N-ethyl-2-methylaniline
SMILES
CCNC1=CC=CC=C1C
InChIKey
MWOUGPLLVVEUMM-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00026695
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0177 N-Ethyl-o-toluidine adalah amina aromatik sekunder yang tersusun dari cincin toluena dengan gugus amino tersubstitusi etil, dan gugus metil berada pada posisi orto terhadap nitrogen. Senyawa ini merupakan cairan yang di laboratorium berperan sebagai bahan antara sintesis, terutama pada pembuatan zat warna dan senyawa nitrogen aromatik lainnya. Kehadiran gugus N–H sekunder memberi satu titik reaksi yang jelas untuk alkilasi maupun asilasi lanjutan, sehingga peneliti dapat membangun amina tersier atau amida aromatik secara bertahap dengan kendali yang baik.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah pengaruh posisi orto dari gugus metil, yang menimbulkan hambatan sterik di sekitar atom nitrogen. Hambatan ini menurunkan laju sebagian reaksi pada nitrogen sekaligus mengarahkan substitusi pada cincin aromatik ke posisi tertentu, sehingga isomer orto sering dipakai justru ketika peneliti menginginkan selektivitas yang berbeda dibanding isomer meta atau para. Sebagai amina aromatik, senyawa ini bersifat basa lemah, larut baik dalam pelarut organik lazim, dan cenderung menggelap perlahan bila terpapar udara dan cahaya karena oksidasi permukaan, sehingga penyimpanan yang benar sangat berpengaruh pada mutu hasil reaksi.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak dipakai pada riset kimia organik dan kimia zat warna, termasuk pada studi perbandingan reaktivitas ketiga isomer toluidina tersubstitusi. Ketersediaan kemasan 25 mL memudahkan penelitian skala kecil dan praktikum lanjut, sementara kemasan 500 mL menjawab kebutuhan laboratorium yang menjalankan sintesis berulang atau memerlukan bahan dalam jumlah lebih besar untuk optimasi proses.

  • Bahan antara sintesis zat warna, karena kerangka N-alkil toluidina merupakan komponen klasik pada pembuatan pewarna trifenilmetana maupun turunan aromatik berwarna lainnya.
  • Substrat penelitian reaksi N-alkilasi dan N-asilasi, sebab gugus N–H sekunder menyediakan satu titik reaksi tunggal sehingga hasilnya mudah dianalisis.
  • Studi pengaruh hambatan sterik pada reaktivitas amina, mengingat gugus metil posisi orto berada tepat berdampingan dengan pusat nitrogen yang reaktif.
  • Substrat pada pengembangan reaksi kopling C–N terkatalisis logam, karena amina sekunder aromatik merupakan pasangan reaksi standar untuk menguji kinerja katalis baru.
  • Bahan baku sintesis ligan berbasis nitrogen, sebab nitrogen aromatik dapat dielaborasi menjadi struktur pendukung bagi kompleks logam transisi tertentu.

Merek TCI
Nomor CAS 94-68-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL dan 500 mL
Bentuk fisik cairan (dipasok dalam satuan volume mililiter)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan gelap, wadah tertutup rapat, sesuai anjuran label pemasok

Amina aromatik ini sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, karena paparan udara serta cahaya dapat memicu perubahan warna akibat oksidasi. Bila laboratorium memiliki fasilitasnya, penggantian ruang kepala wadah dengan gas inert setelah pemakaian membantu menjaga mutu bahan. Seluruh pemindahan cairan dilakukan di lemari asam menggunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, sebab amina aromatik dapat terserap melalui kulit. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam kuat, dan tampung sisa maupun tumpahan pada wadah limbah bahan kimia organik.

  • Montgomery dkk. (1992). Acute Toxicologic Evaluation of Hydroxyethyl Ethyl Toluidine (HEET). Journal of the American College of Toxicology doi:10.3109/10915819209142070

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.