TCI E0177 N-Ethyl-o-toluidine adalah amina aromatik sekunder yang tersusun dari cincin toluena dengan gugus amino tersubstitusi etil, dan gugus metil berada pada posisi orto terhadap nitrogen. Senyawa ini merupakan cairan yang di laboratorium berperan sebagai bahan antara sintesis, terutama pada pembuatan zat warna dan senyawa nitrogen aromatik lainnya. Kehadiran gugus N–H sekunder memberi satu titik reaksi yang jelas untuk alkilasi maupun asilasi lanjutan, sehingga peneliti dapat membangun amina tersier atau amida aromatik secara bertahap dengan kendali yang baik.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah pengaruh posisi orto dari gugus metil, yang menimbulkan hambatan sterik di sekitar atom nitrogen. Hambatan ini menurunkan laju sebagian reaksi pada nitrogen sekaligus mengarahkan substitusi pada cincin aromatik ke posisi tertentu, sehingga isomer orto sering dipakai justru ketika peneliti menginginkan selektivitas yang berbeda dibanding isomer meta atau para. Sebagai amina aromatik, senyawa ini bersifat basa lemah, larut baik dalam pelarut organik lazim, dan cenderung menggelap perlahan bila terpapar udara dan cahaya karena oksidasi permukaan, sehingga penyimpanan yang benar sangat berpengaruh pada mutu hasil reaksi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak dipakai pada riset kimia organik dan kimia zat warna, termasuk pada studi perbandingan reaktivitas ketiga isomer toluidina tersubstitusi. Ketersediaan kemasan 25 mL memudahkan penelitian skala kecil dan praktikum lanjut, sementara kemasan 500 mL menjawab kebutuhan laboratorium yang menjalankan sintesis berulang atau memerlukan bahan dalam jumlah lebih besar untuk optimasi proses.
- Bahan antara sintesis zat warna, karena kerangka N-alkil toluidina merupakan komponen klasik pada pembuatan pewarna trifenilmetana maupun turunan aromatik berwarna lainnya.
- Substrat penelitian reaksi N-alkilasi dan N-asilasi, sebab gugus N–H sekunder menyediakan satu titik reaksi tunggal sehingga hasilnya mudah dianalisis.
- Studi pengaruh hambatan sterik pada reaktivitas amina, mengingat gugus metil posisi orto berada tepat berdampingan dengan pusat nitrogen yang reaktif.
- Substrat pada pengembangan reaksi kopling C–N terkatalisis logam, karena amina sekunder aromatik merupakan pasangan reaksi standar untuk menguji kinerja katalis baru.
- Bahan baku sintesis ligan berbasis nitrogen, sebab nitrogen aromatik dapat dielaborasi menjadi struktur pendukung bagi kompleks logam transisi tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 94-68-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan (dipasok dalam satuan volume mililiter) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan gelap, wadah tertutup rapat, sesuai anjuran label pemasok |
Amina aromatik ini sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, karena paparan udara serta cahaya dapat memicu perubahan warna akibat oksidasi. Bila laboratorium memiliki fasilitasnya, penggantian ruang kepala wadah dengan gas inert setelah pemakaian membantu menjaga mutu bahan. Seluruh pemindahan cairan dilakukan di lemari asam menggunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, sebab amina aromatik dapat terserap melalui kulit. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam kuat, dan tampung sisa maupun tumpahan pada wadah limbah bahan kimia organik.
- Montgomery dkk. (1992). Acute Toxicologic Evaluation of Hydroxyethyl Ethyl Toluidine (HEET). Journal of the American College of Toxicology doi:10.3109/10915819209142070
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
