TCI E0178 N-Ethyl-m-toluidine adalah amina aromatik sekunder berbentuk cairan, dengan gugus etil terikat pada atom nitrogen dan gugus metil menempati posisi meta pada cincin benzena. Di laboratorium, senyawa ini menjadi bahan antara yang penting dalam sintesis organik, khususnya pada jalur pembuatan zat warna dan senyawa aromatik bernitrogen. Peranannya sebagai penyedia fragmen N-etil-m-toluidina memungkinkan peneliti menyusun molekul sasaran tanpa harus melakukan alkilasi nitrogen sendiri, sebuah tahap yang seringkali sulit dikendalikan selektivitasnya bila dikerjakan dari toluidina bebas.
Sifat yang membuat isomer meta ini banyak dipilih adalah pola aktivasi cincin aromatik yang khas. Gugus amino merupakan pengarah kuat ke posisi orto dan para, sementara gugus metil pada posisi meta terhadap nitrogen justru memperkuat pengarahan tersebut pada satu titik cincin yang sama, sehingga substitusi elektrofilik cenderung berjalan lebih terarah. Ruang di sekitar nitrogen juga relatif lebih longgar dibanding isomer orto, sehingga reaksi pada nitrogen berlangsung lebih lancar. Sebagai amina aromatik, senyawa ini larut baik dalam pelarut organik lazim, bersifat basa lemah, dan perlahan menggelap bila terpapar udara maupun cahaya.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dimanfaatkan oleh kelompok riset kimia organik dan kimia zat warna di perguruan tinggi, termasuk untuk kajian perbandingan sistematis antara isomer orto, meta, dan para. Kemasan 25 mL sangat sesuai untuk percobaan penjajakan dan praktikum lanjut, sedangkan kemasan 500 mL mendukung laboratorium yang menjalankan sintesis berulang atau memerlukan pasokan stabil sepanjang periode penelitian.
- Bahan antara sintesis zat warna rhodamina dan pewarna aromatik lain, karena fragmen N-alkil-m-toluidina merupakan komponen struktur yang lazim pada kelas pewarna tersebut.
- Substrat pada reaksi substitusi elektrofilik aromatik, sebab pola pengarahan gugus amino dan metil pada posisi meta menghasilkan selektivitas yang mudah diprediksi.
- Pasangan reaksi pada pengembangan katalis kopling C–N, karena amina sekunder aromatik menjadi tolok ukur standar untuk mengukur aktivitas katalis baru.
- Prekursor pembuatan amina tersier melalui N-alkilasi lanjutan, mengingat gugus N–H tunggal menyediakan titik reaksi yang jelas dan mudah dikendalikan.
- Kajian perbandingan isomer dalam pengajaran kimia organik lanjut, karena perbedaan posisi metil memberi contoh nyata pengaruh struktur terhadap laju dan hasil reaksi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 102-27-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan (dipasok dalam satuan volume mililiter) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan gelap, wadah tertutup rapat, sesuai anjuran label pemasok |
Simpan N-Ethyl-m-toluidine dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat yang sejuk, gelap, dan berventilasi baik, karena cahaya serta udara dapat menyebabkan cairan berangsur menguning atau menggelap. Bila memungkinkan, isi ulang ruang kepala wadah dengan gas inert setelah setiap pengambilan agar mutu bahan lebih terjaga. Lakukan seluruh penuangan di dalam lemari asam sambil mengenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, sebab amina aromatik dapat menembus kulit. Simpan terpisah dari oksidator kuat, asam kuat, dan bahan mudah terbakar, serta tampung limbahnya pada wadah organik khusus.
- Montgomery dkk. (1992). Acute Toxicologic Evaluation of Hydroxyethyl Ethyl Toluidine (HEET). Journal of the American College of Toxicology doi:10.3109/10915819209142070
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
