Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 86-28-2

9-Ethylcarbazole TCI E0247

9-Ethylcarbazole TCI E0247

Identitas Kimia

No. CAS
86-28-2
PubChem
CID 6836·SID 87569525
Rumus molekul
C14H13N
Berat molekul
195.27 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
9-ethylcarbazole
SMILES
CCN1C2=CC=CC=C2C3=CC=CC=C31
InChIKey
PLAZXGNBGZYJSA-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00004967
Harga reguler Rp 1.272.600,00
Harga reguler Rp 905.100,00 Harga obral Rp 1.272.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0247 dengan nomor CAS 86-28-2 adalah 9-Ethylcarbazole, senyawa heterosiklik aromatik yang menjadi salah satu bahan awal andalan dalam kimia material organik. Kerangka karbazolnya terdiri atas dua cincin benzena yang terkondensasi pada cincin pirol, dengan atom nitrogen yang telah disubstitusi gugus etil. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan heterosiklik untuk membangun molekul target yang lebih besar, sekaligus sebagai unit donor elektron dalam rancangan molekul fungsional.

Karakteristik yang membuat senyawa ini sering dipilih peneliti adalah kestabilan termal dan kimianya yang tinggi, sifat kaya elektron pada inti aromatik, serta kelarutan yang lebih baik dibandingkan karbazol tanpa substituen nitrogen. Gugus etil pada nitrogen bertindak sebagai pelindung permanen sehingga tidak terjadi reaksi samping pada posisi N-H selama transformasi kimia berlangsung. Reaktivitas elektrofilik yang terarah pada posisi 3 dan 6 memungkinkan peneliti melakukan brominasi, formilasi, asilasi, atau nitrasi secara selektif untuk menghasilkan turunan terfungsionalisasi dengan hasil yang dapat diulang.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada riset material optoelektronik, sintesis zat warna organik, dan pengembangan polimer fungsional di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Kemasan 25 g sesuai untuk kebutuhan penelitian skala laboratorium, cukup untuk beberapa kali percobaan sintesis termasuk tahap optimasi kondisi reaksi, tanpa menyisakan bahan berlebih yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan lama.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis turunan karbazol terfungsionalisasi, karena posisi 3 dan 6 mudah diserang elektrofil sehingga rute menuju senyawa bromo, formil, atau nitro berjalan selektif.
  • Perancangan molekul donor-akseptor, sebab inti karbazol berperan sebagai donor elektron kuat yang dipasangkan dengan unit akseptor untuk mengatur sifat optik molekul.
  • Pengembangan material transpor lubang, karena kerangka karbazol memiliki tingkat energi HOMO yang sesuai untuk memfasilitasi perpindahan muatan positif pada perangkat organik.
  • Sintesis zat warna dan pigmen organik, sebab sistem aromatik terkondensasinya memberikan warna serta stabilitas fotokimia yang dibutuhkan pada aplikasi pewarnaan lanjutan.
  • Studi fotofisika molekul organik, karena senyawa ini menunjukkan karakter absorpsi dan emisi yang jelas sehingga cocok sebagai model dalam pengukuran spektroskopi.

Merek TCI
Nomor CAS 86-28-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan pada tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, hindari cahaya langsung

Tempatkan wadah pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, nyala api terbuka, dan bahan pengoksidasi kuat. Pastikan tutup wadah selalu terpasang rapat agar padatan tidak menyerap uap air dan tidak terkontaminasi bahan lain. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya debu halus, serta gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pengaman. Bersihkan spatula sebelum dan sesudah pemakaian, dan segera sapu bersih setiap tumpahan padatan. Catat tanggal pembukaan wadah pada label agar riwayat penggunaan mudah ditelusuri saat audit laboratorium.

  • Choudhury dkk. (2005). Magnetic field effect on N-ethylcarbazole–dimethylterephthalate and N-ethylcarbazole–1,4-dicyanobenzene: A comparitive study focusing on steric effect. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2005.04.066
  • GUO dkk. (2010). High performance liquid chromatography/electrospray ionization ion-trap mass spectrometry analysis of chitooligosaccharides by pre-column derivatization with 3-amino-9-ethylcarbazole. Chinese Journal of Chromatography doi:10.3724/sp.j.1123.2010.00776
  • Sarac dkk. (2006). Synthesis and electrochemical polymerization of N‐ethylcarbazole‐bis‐3,4‐etyhlenedioxythiophene‐N‐ethylcarbazole comonomer. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.25114

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.