Ethyl Cellulose adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia dan biokimia. Bahan ini memiliki sifat pelarut dan pengikat yang kuat, sehingga sering digunakan untuk membuat suspensi, emulsi, atau film. Ethyl Cellulose juga dikenal sebagai bahan pembawa dalam formulasi obat dan bahan tambahan makanan. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk memperkaya struktur dan stabilitas produk kimia yang memerlukan konsistensi tertentu.
Ethyl Cellulose memiliki viskositas yang dapat diatur dan daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti toluena dan etanol. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kontrol konsistensi dan stabilitas. Selain itu, bahan ini tidak beracun dan relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Ethyl Cellulose juga memiliki daya tahan yang baik terhadap kelembapan dan suhu tertentu.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl Cellulose sering digunakan dalam penelitian bidang farmasi, biokimia, dan material. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya yang cukup, harga yang terjangkau, dan kemudahan dalam penggunaan. Selain itu, bahan ini juga mendukung keberlanjutan penelitian dengan mengurangi penggunaan bahan kimia yang lebih berbahaya.
- Ethyl Cellulose digunakan dalam pembuatan film pelindung untuk sampel kimia yang sensitif terhadap udara dan cahaya.
- Bahan ini cocok untuk formulasi obat dalam bentuk suspensi atau tablet karena kemampuannya mengikat dan memperkuat struktur.
- Ethyl Cellulose sering dipakai dalam penelitian biokimia untuk memperbaiki stabilitas dan konsistensi larutan.
- Bahan ini juga digunakan dalam pembuatan emulsi stabil untuk aplikasi industri dan farmasi.
- Ethyl Cellulose dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam produksi bahan makanan untuk meningkatkan tekstur dan daya tahan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-57-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl Cellulose harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, bahan ini tidak memerlukan penyimpanan khusus, tetapi tetap harus dihindari dari kelembapan berlebihan. Saat mengambil atau menggunakan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran.
- Otamiri dkk. (1992). Complex Formation Between Chymotrypsin and Ethyl Cellulose as a Means to Solubilize the Enzyme in Active Form in Toluene. Biocatalysis doi:10.3109/10242429209065249
- De Cataldo dkk. (2025). Enhanced ethanol retention and thermal stability in calcium chloride-stabilized ethyl cellulose gel fuels. Academia Materials Science doi:10.20935/acadmatsci8016
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![Ethyl Cellulose [90-110mPa.s, 5% in Toluene + Ethanol (80:20) at 25deg C] (CAS 9004-57-3) - TCI E0290 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510E0290.webp?v=1767110984&width=1445)
![Ethyl Cellulose [18-22mPa.s, 5% in Toluene + Ethanol (80:20) at 25deg C] (CAS 9004-57-3) - TCI E0072 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510E0072.jpg?v=1768205197&width=533)
