Hydroxypropyl Cellulose (HPC) merupakan bahan kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia dan biologi. Bahan ini memiliki sifat viskositas yang dapat diatur, sehingga cocok untuk penggunaan dalam formulasi produk, pengenceran, dan sebagai bahan penstabil. HPC sering digunakan dalam penelitian terkait bioteknologi, farmasi, dan material kimia karena kemampuannya untuk membentuk suspensi dan emulsi stabil.
Bahan ini memiliki struktur polimer yang terdiri dari rantai selulosa yang telah dimodifikasi dengan gugus hidroksipropil. Sifat ini membuatnya memiliki daya larut yang baik dalam air dan dapat membentuk larutan dengan viskositas yang dapat dikontrol. HPC juga memiliki sifat tidak beracun dan tidak berbahaya dalam kondisi normal, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, HPC sering digunakan dalam penelitian terkait pengembangan produk farmasi, bahan baku industri, dan penelitian kimia organik. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kemampuannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan eksperimen yang memerlukan bahan dengan viskositas terukur.
- Penggunaan dalam formulasi produk farmasi untuk meningkatkan stabilitas suspensi dan emulsi.
- Penelitian dalam bidang bioteknologi untuk pengembangan bahan biodegradable dan biokompatibel.
- Pemrosesan bahan kimia dalam laboratorium untuk pengenceran dan pembuatan larutan stabil.
- Penggunaan dalam penelitian material kimia untuk pengembangan bahan polimer dengan sifat tertentu.
- Aplikasi dalam bidang kosmetik untuk pembuatan produk perawatan kulit dan masker.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-64-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan |
HPC harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan dan kontaminasi. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar udara bebas.
- Kojima dkk. (2002). Investigation of Water Mobility and Diffusivity in Hydrating Micronized Low-substituted Hydroxypropyl Cellulose, Hydroxypropylmethyl Cellulose, and Hydroxypropyl Cellulose Matrix Tablets by Magnetic Resonance Imaging (MRI).. Chemical and Pharmaceutical Bulletin doi:10.1248/cpb.50.1621
- Gau dkk. (1993). Surface viscoelasticity of hydroxypropyl cellulose and hydroxyethyl cellulose monolayers at the air/water interface. Macromolecules doi:10.1021/ma00062a021
- Suto dkk. (1999). Change in handedness of cholesteric liquid crystal during swelling in water for crosslinked hydroxypropyl cellulose films filled with cellulose powders. Polymer doi:10.1016/s0032-3861(98)00479-0
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![Ethyl Cellulose [18-22mPa.s, 5% in Toluene + Ethanol (80:20) at 25deg C] (CAS 9004-57-3) - TCI E0072 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510E0072.jpg?v=1768205197&width=533)
