Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 9004-67-5

Methyl Cellulose (20-30mPa.s, 2% in Water at 20deg C) TCI M0291

Methyl Cellulose (20-30mPa.s, 2% in Water at 20deg C) TCI M0291
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0291 Methyl Cellulose dengan viskositas 20–30 mPa.s (larutan 2% dalam air pada 20 °C) adalah turunan eter selulosa yang diperoleh melalui metilasi sebagian gugus hidroksil pada rantai selulosa. Bahan ini menempati posisi penting di laboratorium sebagai pengental, pembentuk film, penstabil koloid, dan bahan pembantu formulasi yang larut air. Di bidang glycoscience, metil selulosa dipakai sebagai polisakarida model untuk mempelajari perilaku eter karbohidrat, sementara di laboratorium biologi dan farmasi ia menjadi komponen media, bahan pensuspensi sediaan uji, serta matriks pelindung sel dan enzim selama penanganan.

Grade ini merupakan tingkat viskositas paling rendah dalam seri metil selulosa TCI, dan justru di situlah keunggulannya. Larutannya tetap mudah dituang, mudah disaring, dan mudah dipipet meskipun disiapkan pada konsentrasi polimer yang relatif tinggi, sehingga peneliti dapat menaikkan kandungan padatan tanpa menghadapi larutan yang terlalu kental untuk ditangani. Seperti metil selulosa pada umumnya, bahan ini larut dalam air dingin dan menunjukkan gelasi termal, yaitu mengental atau membentuk gel ketika dipanaskan lalu kembali cair saat didinginkan. Sifat nonionik membuatnya toleran terhadap perubahan kekuatan ion dan kompatibel dengan banyak zat aktif bermuatan.

Di laboratorium Indonesia, metil selulosa viskositas rendah banyak dipakai pada laboratorium teknologi formulasi farmasi, laboratorium pangan, laboratorium bioproses, serta laboratorium riset perguruan tinggi yang mengerjakan uji disolusi dan pensuspensian bahan uji. Iklim tropis dengan kelembapan tinggi menuntut penyimpanan yang rapat karena serbuk eter selulosa bersifat higroskopis dan mudah menggumpal. Ketersediaan kemasan 25 g untuk skala penelitian dan 500 g untuk pemakaian rutin membantu laboratorium menjaga konsistensi lot antar percobaan.

  • Pembuatan larutan pensuspensi bahan uji: viskositas rendahnya memudahkan homogenisasi dan pemipetan dosis yang akurat tanpa larutan menjadi terlalu pekat saat disiapkan pada konsentrasi tinggi.
  • Bahan pengikat dan penyalut pada studi formulasi tablet: membentuk film tipis yang merata serta memberi kekuatan ikat memadai tanpa memperlambat disolusi sediaan secara berlebihan.
  • Penstabil emulsi dan dispersi laboratorium: sifat nonionik dan kemampuan menurunkan tegangan antarmuka membantu mencegah pemisahan fase selama penyimpanan sampel percobaan.
  • Studi reologi polisakarida terlarut: dipakai sebagai acuan eter selulosa viskositas rendah untuk mengkalibrasi metode viskometri dan membandingkan perilaku aliran antar grade.
  • Media pelapis dan bahan pembantu kultur sel serta mikrobiologi: menambah kekentalan media secara terkendali sehingga sel atau mikroorganisme terlindungi dari tegangan geser selama pengocokan.

Merek TCI
Nomor CAS 9004-67-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik serbuk atau granul berwarna putih hingga hampir putih
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan

Simpan serbuk dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di ruang penyimpanan kering dengan suhu terkendali, jauh dari sumber uap air, sinar matahari langsung, dan bahan pengoksidasi kuat. Karena bersifat higroskopis, wadah sebaiknya hanya dibuka sebentar dan ditutup segera setelah penimbangan, bila perlu di dalam ruang berdehumidifier. Gunakan spatula bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi lot. Kenakan sarung tangan, jas laboratorium, dan masker debu saat menimbang karena serbuk halus mudah melayang dan dapat mengiritasi saluran napas. Saat melarutkan, dispersikan dahulu dalam air panas kemudian dinginkan sambil diaduk agar tidak terbentuk gumpalan. Tumpahan serbuk segera dibersihkan karena menjadi sangat licin bila terkena air.

  • Debeaufort dkk. (1995). Methyl cellulose-based edible films and coatings I. Effect of plasticizer content on water and 1-octen-3-ol sorption and transport. Cellulose doi:10.1007/bf00813018
  • Frohoff-Hülsmann dkk. (1999). Aqueous ethyl cellulose dispersion containing plasticizers of different water solubility and hydroxypropyl methyl-cellulose as coating material for diffusion pellets II: properties of sprayed films. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics doi:10.1016/s0939-6411(99)00023-5
  • Gallego dkk. (2013). Chemical modification of methyl cellulose with HMDI to modulate the thickening properties in castor oil. Cellulose doi:10.1007/s10570-012-9803-4

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.