Methyl Cellulose (MC) adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia dan biologi. Sebagai polimer hidrofilik, MC memiliki kemampuan untuk membentuk larutan kental yang stabil dalam air, sehingga menjadi bahan utama dalam pembuatan suspensi, emulsi, dan formulasi obat. Bahan ini juga sering digunakan dalam penelitian biomedis dan farmasi untuk menstabilkan senyawa aktif atau mengontrol laju pelepasan obat.
MC memiliki sifat fisik dan kimia yang konsisten, dengan viskositas yang dapat diatur sesuai kebutuhan eksperimen. Konsistensi dan viskositas yang tinggi membuatnya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan struktur kental atau penyerapan air yang terkendali. Selain itu, MC tidak bereaksi secara kimia dengan banyak senyawa, sehingga tidak mengganggu hasil eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, MC digunakan dalam berbagai penelitian, termasuk dalam pengembangan bahan baku farmasi, formulasi kosmetik, dan penelitian biomedis. Bahan ini juga sering ditemukan dalam laboratorium kimia dan farmasi, karena kemampuannya untuk mengontrol viskositas dan stabilitas larutan.
- Pembuatan suspensi dan emulsi untuk eksperimen kimia
- Pengembangan formulasi obat dan bahan baku farmasi
- Penelitian biomedis untuk stabilisasi senyawa aktif
- Pemrosesan bahan dalam industri kosmetik dan pangan
- Pengujian viskositas dan sifat fisik larutan kental
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-67-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Methyl Cellulose harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan tidak terkontaminasi. Penanganan yang tepat akan memastikan kualitas dan kestabilan bahan selama penyimpanan.
- Debeaufort dkk. (1995). Methyl cellulose-based edible films and coatings I. Effect of plasticizer content on water and 1-octen-3-ol sorption and transport. Cellulose doi:10.1007/bf00813018
- Frohoff-Hülsmann dkk. (1999). Aqueous ethyl cellulose dispersion containing plasticizers of different water solubility and hydroxypropyl methyl-cellulose as coating material for diffusion pellets II: properties of sprayed films. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics doi:10.1016/s0939-6411(99)00023-5
- Wang dkk. (2022). Nano-silica/hydroxypropyl methyl cellulose nanocomposite polymer thickener for excellent 240 °C sedimentation control performance of water-based drilling fluid. Cellulose doi:10.1007/s10570-022-04940-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.