Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 9004-67-5

Methyl Cellulose (13-18mPas, 2% in Water at 20deg C) TCI M0290

Methyl Cellulose (13-18mPas, 2% in Water at 20deg C) TCI M0290
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0290 adalah Methyl Cellulose dengan spesifikasi viskositas 13–18 mPa·s pada larutan 2% dalam air suhu 20 derajat Celsius, sebuah polisakarida semisintetik yang diperoleh dari eterifikasi selulosa alami. Termasuk dalam kelompok glikosains, material ini berperan sebagai pengental, pembentuk film, penstabil koloid, dan bahan pembentuk gel di laboratorium. Kemampuannya mengubah sifat reologi larutan air hanya dengan penambahan dalam jumlah kecil menjadikannya bahan yang sangat sering muncul dalam formulasi eksperimental di berbagai bidang penelitian.

Karakteristik paling menonjol dari metil selulosa adalah perilaku gelasi termalnya yang berkebalikan dengan kebanyakan hidrokoloid. Larutannya justru mengental atau membentuk gel ketika dipanaskan dan kembali mencair saat didinginkan, sifat yang dimanfaatkan dalam banyak rancangan percobaan. Penandaan viskositas 13–18 mPa·s pada produk ini menunjukkan kelas viskositas rendah, yang berarti larutan yang dihasilkan relatif encer dan mudah ditangani, cocok bila peneliti membutuhkan pengaturan kekentalan yang halus tanpa langsung membentuk larutan yang terlalu kental. Material ini juga nonionik, sehingga relatif toleran terhadap perubahan pH dan kehadiran garam dalam sistem formulasi.

Di laboratorium Indonesia, metil selulosa digunakan luas pada penelitian teknologi pangan, farmasetika, kultur sel, serta ilmu bahan. Laboratorium bioteknologi memanfaatkannya sebagai medium semipadat, sementara laboratorium farmasi memakainya dalam studi formulasi sediaan. Kemasan 25g melayani kebutuhan riset skala kecil, sedangkan 500g menunjang percobaan berulang dan pengembangan formulasi yang membutuhkan bahan lebih banyak.

  • Pengental dan pengatur reologi larutan berair, karena viskositas dapat disetel secara bertahap melalui konsentrasi tanpa mengubah sifat kimia sistem.
  • Medium semipadat untuk kultur sel dan uji pembentukan koloni, sebab sifat nonionik dan kekentalannya mendukung pertumbuhan tanpa mengganggu keseimbangan ionik media.
  • Studi formulasi sediaan farmasi, mengingat metil selulosa lazim berperan sebagai pengikat, penstabil suspensi, maupun bahan pembentuk lapisan pada tablet eksperimental.
  • Penelitian teknologi pangan dan tekstur produk, karena gelasi termalnya yang unik memberikan perilaku tekstur yang tidak dimiliki hidrokoloid lain.
  • Pembuatan film polimer larut air, sebab material ini membentuk lapisan tipis yang seragam setelah pelarut diuapkan dari larutan tuang.

Merek TCI
Nomor CAS 9004-67-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 25g dan 500g
Bentuk fisik serbuk; viskositas 13–18 mPa·s (larutan 2% dalam air, 20 derajat Celsius)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan

Simpan serbuk dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, karena metil selulosa bersifat higroskopis dan penyerapan uap air dapat menyebabkan penggumpalan sekaligus memengaruhi perilaku pelarutan. Hindari penyimpanan di dekat wastafel atau area yang lembap, dan pertimbangkan penggunaan wadah kedap dengan desikan bila laboratorium berada di lingkungan bersuhu dan berkelembapan tinggi. Gunakan sendok kering dan bersih saat menimbang untuk mencegah kontaminasi. Kenakan masker debu dan kacamata pengaman ketika menangani serbuk halus agar tidak terhirup, serta bersihkan tumpahan kering sebelum area dilap basah karena serbuk ini menjadi licin bila terkena air.

  • Debeaufort dkk. (1995). Methyl cellulose-based edible films and coatings I. Effect of plasticizer content on water and 1-octen-3-ol sorption and transport. Cellulose doi:10.1007/bf00813018
  • Frohoff-Hülsmann dkk. (1999). Aqueous ethyl cellulose dispersion containing plasticizers of different water solubility and hydroxypropyl methyl-cellulose as coating material for diffusion pellets II: properties of sprayed films. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics doi:10.1016/s0939-6411(99)00023-5
  • Kokol (2022). Influence of hydroxyethyl and carboxymethyl celluloses on the rheology, water retention and surface tension of water-suspended microfibrillated cellulose. Cellulose doi:10.1007/s10570-022-04737-w

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.