Ethyl Cellulose TCI E0266 adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Bahan ini memiliki viskositas yang stabil pada konsentrasi 5% dalam campuran toluena dan etanol (80:20) pada suhu 25°C, menjadikannya sangat relevan dalam penelitian yang memerlukan kontrol konsistensi cairan. Ethyl Cellulose sering digunakan sebagai pelarut atau bahan pembawa dalam formulasi obat, pelapis, dan produk biomedis. Dalam laboratorium, bahan ini berperan sebagai bahan bantu yang mendukung proses sintesis, pengendapan, dan formulasi berbagai senyawa.
Ethyl Cellulose memiliki sifat tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti toluena dan etanol. Sifat ini memungkinkan penggunaannya dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan pelarut non-aqueous. Selain itu, viskositasnya yang dapat diprediksi menjadikannya ideal untuk penggunaan dalam sistem kontrol viskositas, seperti dalam pembuatan suspensi atau emulsi. Karena sifatnya yang stabil dan tidak mudah terurai, Ethyl Cellulose juga cocok untuk aplikasi jangka panjang di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl Cellulose digunakan dalam penelitian biokimia, farmasi, dan material. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang memerlukan kontrol viskositas dan stabilitas kimia dalam kondisi tertentu. Karena ketersediaannya yang luas dan kehandalannya, Ethyl Cellulose menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah di berbagai institusi penelitian dan universitas di Indonesia.
- Bahan pelarut untuk sintesis senyawa organik dalam kondisi non-aqueous
- Bahan pembawa dalam formulasi obat dan produk farmasi
- Bahan untuk pembuatan suspensi dan emulsi stabil
- Bahan pelapis dalam pengujian material biomedis
- Bahan untuk pembuatan film atau pelapis dalam penelitian material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-57-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl Cellulose harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Karena bersifat tidak larut dalam air, bahan ini tidak boleh terkontaminasi oleh air atau kelembapan. Penggunaan harus dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol, dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi untuk menjaga keselamatan.
- Otamiri dkk. (1992). Complex Formation Between Chymotrypsin and Ethyl Cellulose as a Means to Solubilize the Enzyme in Active Form in Toluene. Biocatalysis doi:10.3109/10242429209065249
- De Cataldo dkk. (2025). Enhanced ethanol retention and thermal stability in calcium chloride-stabilized ethyl cellulose gel fuels. Academia Materials Science doi:10.20935/acadmatsci8016
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![Ethyl Cellulose [18-22mPa.s, 5% in Toluene + Ethanol (80:20) at 25deg C] (CAS 9004-57-3) - TCI E0072 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510E0072.jpg?v=1768205197&width=533)
