Ethyl 2-Ethoxybenzoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa aromatik dan turunannya, terutama dalam bidang sintesis organik. Sebagai building block, Ethyl 2-Ethoxybenzoate memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam farmasi, material, dan industri kimia.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti esterifikasi, substitusi, dan reaksi nucleofilik. Karena sifat kimianya yang konsisten, Ethyl 2-Ethoxybenzoate sering dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian kimia. Keberadaannya dalam kategori Non-Heterocyclic Building Blocks menunjukkan bahwa senyawa ini tidak mengandung struktur heterosiklik, sehingga lebih sederhana dalam sintesis.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl 2-Ethoxybenzoate digunakan dalam penelitian ilmiah dan pendidikan untuk menguji reaksi kimia, membangun senyawa baru, serta mengembangkan metode sintesis yang efisien. Bahan ini menjadi bagian penting dalam program penelitian kimia di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga riset.
- Digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat baru
- Cocok untuk reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa organik
- Memperluas variasi senyawa dalam penelitian material kimia
- Mendukung eksperimen kimia dalam pendidikan tinggi untuk praktikum
- Berguna dalam pengembangan senyawa dengan aktivitas biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6290-24-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Ethyl 2-Ethoxybenzoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan memenuhi standar keselamatan laboratorium.
—
