Ethyl Glycidyl Ether (EGE) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk membentuk ikatan baru. Sebagai salah satu komponen dalam kategori Building Blocks, EGE memiliki peran penting dalam pembuatan senyawa-senyawa kompleks yang digunakan dalam penelitian farmakologi, material, dan kimia organik.
Ethyl Glycidyl Ether memiliki struktur molekul yang memungkinkan reaksi dengan berbagai gugus fungsional lainnya, seperti amina, hidroksil, dan karboksilat. Sifat ini menjadikannya sangat populer dalam reaksi seperti reaksi Michael, reaksi esterifikasi, dan pembentukan ikatan epoksida. Karena kemampuannya dalam berinteraksi dengan berbagai senyawa, EGE sering dipilih oleh para peneliti untuk menghasilkan senyawa dengan sifat unik.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl Glycidyl Ether digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proyek pengembangan material baru, seperti polimer dan komposit. Karena kehandalannya dalam reaksi kimia, EGE menjadi pilihan utama dalam banyak eksperimen di laboratorium penelitian dan pendidikan.
- Pembuatan senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi
- Reaksi esterifikasi dalam sintesis senyawa organik kompleks
- Pembentukan ikatan epoksida dalam reaksi kimia organik
- Pengembangan material polimer dan komposit baru
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4016-11-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl Glycidyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifatnya yang reaktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar udara bebas. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan meminimalkan risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Müller dkk. (2026). Effective Reduction of Anti-PEG Antibody Recognition via PEG Copolymers with Ethyl Glycidyl Ether and Isopropyl Glycidyl Ether. Biomacromolecules doi:10.1021/acs.biomac.6c01182
- Ohira dkk. (2018). Dynamics of thermoresponsive conetwork gels composed of poly(ethylene glycol) and poly(ethyl glycidyl ether-co-methyl glycidyl ether). Polymer doi:10.1016/j.polymer.2018.09.031
- Kim dkk. (2018). Synthesis of Hard–Soft–Hard Triblock Copolymers, Poly(2-naphthyl glycidyl ether)-block-poly[2-(2-(2-methoxyethoxy)ethoxy)ethyl glycidyl ether]-block-poly(2-naphthyl glycidyl ether), for Solid Electrolytes. Macromolecules doi:10.1021/acs.macromol.7b02553
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

