TCI E0751 Erythromycin adalah antibiotik golongan makrolida yang tersusun atas cincin lakton beranggota empat belas dengan dua gula amino dan netral yang terikat padanya. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini bukan digunakan sebagai obat, melainkan sebagai reagen biokimia dan mikrobiologi standar. Peneliti memanfaatkannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu secara terkendali, sebagai zat seleksi pada sistem ekspresi, serta sebagai senyawa acuan dalam pengujian kepekaan antimikroba dan pengembangan metode analisis instrumental.
Sifat utama yang membuatnya banyak dipilih adalah mekanisme kerjanya yang spesifik, yaitu mengikat subunit ribosom 50S dan mengganggu tahap translokasi pada sintesis protein bakteri. Spektrum aktivitasnya yang menonjol terhadap bakteri Gram positif menjadikannya alat yang berguna untuk membentuk kondisi kultur selektif. Selain itu, kerangka makrolidanya yang kompleks menjadikan eritromisin senyawa acuan klasik dalam kajian hubungan struktur-aktivitas, studi resistensi antimikroba, serta pengembangan turunan makrolida semisintetik. Sebagai padatan yang dapat ditimbang dengan akurat, senyawa ini mudah dibuat larutan stok dan diencerkan sesuai rancangan percobaan.
Di laboratorium Indonesia, eritromisin banyak dipakai pada laboratorium mikrobiologi klinik dan pangan, laboratorium bioteknologi, program studi farmasi, serta unit pengujian mutu yang menjalankan uji potensi antibiotik dan validasi metode kromatografi. Kemasan 5 g dan 25 g memadai untuk penyiapan larutan stok berulang sepanjang satu periode penelitian maupun kegiatan praktikum rutin.
- Uji kepekaan antimikroba dan penentuan konsentrasi hambat minimum, karena eritromisin merupakan antibiotik acuan baku pada panel pengujian bakteri Gram positif.
- Agen seleksi pada kultur sel dan mikroorganisme, sebab kemampuannya menekan pertumbuhan bakteri tertentu membantu menjaga kemurnian biakan penelitian.
- Studi mekanisme resistensi antibiotik, mengingat interaksinya dengan ribosom 50S menjadi model klasik untuk menelusuri mutasi dan gen resistensi makrolida.
- Standar analisis kromatografi cair dan spektrometri massa, karena diperlukan senyawa pembanding yang konsisten untuk kalibrasi dan verifikasi metode kuantitatif.
- Riset kimia medisinal turunan makrolida, sebab kerangka lakton besarnya menjadi titik awal modifikasi struktur untuk mengevaluasi hubungan struktur dengan aktivitas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 114-07-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan atau serbuk kristalin berwarna putih hingga hampir putih |
| Penyimpanan | simpan dingin dalam lemari pendingin, dalam wadah tertutup rapat dan kering |
Sebagai reagen biokimia, eritromisin sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin di dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan terlindung dari kelembapan serta cahaya. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang untuk mencegah kontaminasi silang. Kenakan sarung tangan, masker, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan pada area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Larutan stok sebaiknya diberi label tanggal pembuatan dan disimpan sesuai prosedur laboratorium.
- (2018). Erythromycin. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-018-54744-8
- Caamano dkk. (2016). Iron Oxide Nanoparticle Improve the Antibacterial Activity of Erythromycin. Journal of Bacteriology & Parasitology doi:10.4172/2155-9597.1000267
- Brand dkk. (1998). Effect of transdermal erythromycin on antroduodenal motility in normal man. Gastroenterology doi:10.1016/s0016-5085(98)82981-8
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
