Ethyl DL-Leucate adalah ester etil dari asam leusat, yaitu analog alfa-hidroksi dari asam amino leusin di mana gugus amino digantikan gugus hidroksil. Penanda DL menunjukkan bahwa produk berupa campuran rasemik kedua enantiomer. Dalam kerja laboratorium, senyawa ini bernilai karena menggabungkan tiga fitur dalam satu molekul kecil: gugus hidroksil sekunder, gugus ester, dan rantai samping isobutil yang bersifat hidrofobik. Kombinasi tersebut menjadikannya bahan baku menarik untuk sintesis depsipeptida, poliester, serta studi biokimia yang membandingkan perilaku hidroksi asam dengan asam amino padanannya.
Sifat yang menjadikannya pilihan tepat adalah keberadaan gugus hidroksil bebas yang dapat diesterifikasi, dietherifikasi, atau dioksidasi, sementara gugus ester tetap tersedia untuk hidrolisis dan aminolisis. Kemiripan strukturnya dengan leusin membuat senyawa ini sangat berguna sebagai pembanding dalam kajian pengenalan substrat oleh enzim, karena penggantian gugus amino menjadi hidroksil menghilangkan kemampuan membentuk ikatan hidrogen tertentu tanpa mengubah bentuk keseluruhan molekul. Bentuk rasemiknya juga menguntungkan untuk percobaan resolusi enzimatik yang membandingkan preferensi biokatalis terhadap masing-masing enantiomer.
Laboratorium kimia bahan alam, bioteknologi, dan kimia polimer di Indonesia memerlukan bahan seperti ini pada penelitian sintesis depsipeptida serta pengembangan poliester terdegradasi hayati skala laboratorium. Kemasan 5 g cocok untuk percobaan penjajakan dan optimasi awal, sedangkan kemasan 25 g memadai bagi kelompok riset yang menjalankan beberapa tahap sintesis berurutan dalam satu periode penelitian.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 10
Produk TCI terkait
- Sintesis depsipeptida, karena unit alfa-hidroksi asam ini dapat disisipkan menggantikan residu asam amino untuk menghasilkan rangka ester-amida bergantian yang khas.
- Pembuatan poliester skala laboratorium, sebab gugus hidroksil dan ester dalam satu molekul memungkinkan polimerisasi kondensasi menjadi rantai poliester bercabang isobutil.
- Studi spesifisitas enzim, mengingat kemiripannya dengan leusin membuatnya menjadi pembanding ideal untuk menguji peran gugus amino dalam pengenalan substrat.
- Percobaan resolusi kinetik enzimatik, karena bentuk rasemiknya memungkinkan pengukuran preferensi lipase atau esterase terhadap salah satu enantiomer secara kuantitatif.
- Bahan antara sintesis organik terfungsionalisasi, karena gugus hidroksil sekundernya siap dilindungi, dioksidasi, atau diubah menjadi gugus pergi untuk transformasi lanjutan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 10348-47-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | cairan hingga padatan rendah leleh; disediakan sebagai campuran rasemik DL |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dengan wadah tertutup rapat sesuai anjuran label pabrikan |
Simpan bahan pada suhu rendah di tempat kering dan gelap, dengan tutup botol terpasang rapat agar terhindar dari uap air yang dapat memicu hidrolisis gugus ester secara perlahan. Wadah kaca dengan tutup berlapis PTFE merupakan pilihan yang sesuai; hindari kontak berkepanjangan dengan udara lembap dan jangan menyimpan berdampingan dengan asam kuat, basa kuat, atau bahan pengoksidasi. Biarkan botol yang disimpan dingin mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan di dalam wadah. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang, serta kerjakan pemindahan di area berventilasi baik atau lemari asam.
- Shimizu dkk. (2015). Novel 4-methyl-2-oxopentanoate reductase involved in synthesis of the Japanese sake flavor, ethyl leucate. Applied Microbiology and Biotechnology doi:10.1007/s00253-015-7182-0
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.






