Ethyl 2,3-Butadienoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar (building block) yang memiliki struktur dasar yang mudah bereaksi. Sebagai ester dari butadienoic acid, senyawa ini memiliki reaktivitas tinggi dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti reaksi Diels-Alder, yang merupakan salah satu reaksi penting dalam sintesis molekul kompleks.
Ethyl 2,3-Butadienoate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan paparan udara. Senyawa ini juga memiliki aroma yang khas, sehingga perlu diperhatikan dalam penggunaannya. Karena struktur molekulnya yang sederhana dan reaktivitasnya yang tinggi, senyawa ini menjadi pilihan utama para ilmuwan dan peneliti yang ingin mengembangkan senyawa baru atau memodifikasi struktur molekul tertentu.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl 2,3-Butadienoate sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini juga menjadi bahan bantu dalam pembuatan senyawa sintetis yang digunakan dalam industri farmasi dan kimia. Dengan ketersediaannya yang relatif mudah, senyawa ini menjadi pilihan yang praktis untuk keperluan penelitian di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Reaksi Diels-Alder untuk sintesis senyawa aromatik
- Pembuatan senyawa intermediat dalam sintesis obat
- Pengembangan bahan kimia untuk industri material
- Penelitian struktur molekul dalam kimia organik
- Uji reaktivitas senyawa dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14369-81-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan udara dan cahaya |
Ethyl 2,3-Butadienoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara, sehingga perlu diperhatikan dalam penyimpanannya. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko kontak langsung. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia lain yang bersifat oksidatif atau reaktif.
—
