Ethyl (2-Fluorobenzoyl)acetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks fluorinated, yang sering digunakan untuk membangun struktur molekuler kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku yang sangat penting dalam pembuatan senyawa dengan substitusi fluor, yang memiliki sifat unik dan aplikasi luas dalam bidang farmasi dan kimia organik.
Ethyl (2-Fluorobenzoyl)acetate memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi kimia. Sifat fluorinasi pada molekul ini memberikan keunikan dalam reaktivitas dan stabilitas, menjadikannya pilihan yang ideal untuk reaksi substitusi dan reaksi lain yang membutuhkan kestabilan kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia dan farmasi. Para peneliti lokal mengapresiasi senyawa ini karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi sintesis yang kompleks. Bahan ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi medis atau industri.
- Sintesis senyawa fluorinasi untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa fluorinasi
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
- Pemrosesan senyawa intermediat dalam produksi bahan aktif farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1479-24-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Ethyl (2-Fluorobenzoyl)acetate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas kimia senyawa. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung. Karena sifat kimia yang stabil, risiko reaksi berlebihan rendah, tetapi tetap perlu diwaspadai dalam penggunaan dan penanganan.
—

