Elacridar, dengan nomor CAS 143664-11-3, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian kanker dan biologi sel. Bahan ini termasuk dalam kategori modulator reseptor P-glikoprotein (P-gp), yang berperan penting dalam transportasi obat di dalam dan keluar dari sel. Dalam laboratorium, Elacridar sering digunakan untuk mempelajari mekanisme resistensi obat pada sel kanker, serta untuk mengevaluasi efektivitas obat dalam mengatasi keberadaan P-gp.
Elacridar memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai metode penelitian seperti eksperimen in vitro dan in vivo. Selain itu, Elacridar memiliki kemampuan untuk memblokir aktivitas P-gp, sehingga menjadi alat penting dalam uji klinis dan penelitian farmakologis.
Di laboratorium Indonesia, Elacridar digunakan dalam berbagai penelitian kanker, terutama untuk memahami bagaimana sel kanker mengembangkan resistansi terhadap terapi obat. Bahan ini juga menjadi bagian dari penelitian tentang pengembangan obat baru yang lebih efektif dan efisien.
- Penelitian tentang mekanisme resistansi obat pada sel kanker
- Uji efektivitas modulator P-glikoprotein dalam terapi kanker
- Eksperimen in vitro untuk mengevaluasi interaksi obat
- Studi farmakokinetik dan farmakodinamik obat
- Pengembangan model sel kanker yang lebih akurat untuk uji klinis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 143664-11-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Cancer Research |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Elacridar harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan pada suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat menggunakan bahan ini, pastikan untuk memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kontaminasi atau kebocoran.
- Ouvry (2025). ABT, Elacridar and Bile‐Duct Cannulated Rats: Tools to Understand Pharmacokinetics. ChemMedChem doi:10.1002/cmdc.202400995
- Nieto Montesinos dkk. (2015). Liposomes Coloaded with Elacridar and Tariquidar To Modulate the P-Glycoprotein at the Blood–Brain Barrier. Molecular Pharmaceutics doi:10.1021/acs.molpharmaceut.5b00002
- Bauer dkk. (2016). Whole-Body Distribution and Radiation Dosimetry of 11C-Elacridar and 11C-Tariquidar in Humans. Journal of Nuclear Medicine doi:10.2967/jnumed.116.175182
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

