TCI E1462 Etoxazole dengan nomor CAS 153233-91-1 adalah senyawa oksazolin terfluorinasi yang dikenal dalam literatur sebagai akarisida, yaitu bahan aktif pengendali tungau yang bekerja dengan mengganggu pembentukan kitin pada tahap telur dan larva. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini disediakan sebagai bahan penelitian dan senyawa pembanding, bukan sebagai produk pertanian siap pakai. Peneliti memanfaatkannya untuk kajian residu pada bahan pangan, studi toksikologi, penelitian mekanisme resistensi hama, serta pengembangan metode analisis pada sampel hasil pertanian dan produk olahannya.
Sifat yang membuat senyawa ini banyak diteliti adalah struktur oksazolin dengan substituen difluorofenil dan gugus eter alkoksi yang memberikan kestabilan kimia relatif tinggi serta sifat lipofilik yang kuat. Lipofilisitas ini menentukan perilaku senyawa dalam matriks pangan berlemak dan menjadi dasar pemilihan pelarut serta prosedur ekstraksi pada analisis residu. Kelarutannya yang rendah dalam air menjadikan preparasi larutan induk umumnya dilakukan menggunakan pelarut organik seperti asetonitril atau aseton. Mekanisme kerjanya yang spesifik pada sintesis kitin menjadikannya model yang baik untuk mempelajari target biokimia pada artropoda dan untuk membandingkan pola resistensi antar populasi tungau.
Di Indonesia, laboratorium proteksi tanaman, keamanan pangan, dan kimia analitik menggunakan bahan ini sebagai senyawa rujukan ketika memvalidasi metode penentuan residu pestisida pada buah, sayur, dan komoditas ekspor. Kelompok riset entomologi memakainya pada percobaan bioassay terkendali di laboratorium. Kemasan 1 g dan 5 g memadai untuk pembuatan larutan standar maupun serangkaian percobaan uji hayati.
- Standar rujukan analisis residu pestisida, karena identitas senyawa yang terdefinisi memungkinkan pembuatan kurva kalibrasi GC-MS atau LC-MS yang akurat pada matriks pangan.
- Validasi metode ekstraksi QuEChERS, sebab sifat lipofilik senyawa ini menjadikannya analit uji yang representatif untuk menilai perolehan kembali pada sampel buah dan sayur.
- Studi mekanisme penghambatan sintesis kitin, karena senyawa ini bekerja pada jalur biokimia spesifik sehingga berguna untuk menelaah target molekuler pada artropoda.
- Penelitian resistensi tungau pada bioassay laboratorium, sebab senyawa pembanding murni diperlukan untuk membandingkan kepekaan antar populasi secara kuantitatif dan konsisten.
- Kajian toksikologi lingkungan dan degradasi, karena senyawa ini dapat dipakai sebagai bahan uji untuk menelusuri persistensi serta jalur penguraiannya pada tanah maupun air.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 153233-91-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya dan sesuai anjuran produsen |
Sebagai senyawa aktif secara biologis, Etoxazole harus disimpan dalam wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, terpisah dari bahan pangan, reagen biologis, dan media kultur untuk mencegah kontaminasi silang. Penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam menggunakan spatula khusus agar serbuk tidak tersebar ke permukaan kerja. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan, serta cuci tangan setelah selesai bekerja. Simpan larutan standar dalam vial ambar berlabel lengkap. Sisa bahan, larutan, dan bahan pembersih yang terkontaminasi harus dibuang melalui jalur limbah pestisida atau limbah kimia berbahaya, bukan ke saluran air.
- Hwang dkk. (2014). Residual Patterns of Acaricides, Etoxazole and Flufenoxuron in Apples. The Korean Journal of Pesticide Science doi:10.7585/kjps.2014.18.2.61
- Park dkk. (2012). Analysis of Mitochondrial Gene Sequence in Etoxazole Resistant Two-Spotted Spider Mite, Tetranychus urticae. The Korean Journal of Pesticide Science doi:10.7585/kjps.2012.16.1.054
- (2000). Summary of Toxicity Studies on Etoxazole. Journal of Pesticide Science doi:10.1584/jpestics.25.463
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

