TCI E1547 Embelin adalah senyawa benzokuinon terhidroksilasi dengan rantai alkil panjang yang secara alami ditemukan pada buah tanaman Embelia ribes, tumbuhan yang lama dikenal dalam pengobatan tradisional Asia. Struktur molekulnya menggabungkan inti kuinon yang mudah menerima elektron dengan ekor hidrokarbon yang bersifat lipofilik, sehingga senyawa ini mampu menembus membran sel dengan baik. Di laboratorium, Embelin dipakai sebagai bahan baku penelitian bahan alam, senyawa acuan fitokimia, serta probe molekuler dalam kajian biokimia yang mempelajari interaksi protein dan senyawa kecil pada sistem model.
Sifat yang membuat Embelin banyak dipilih adalah dualitas kimianya. Inti hidroksikuinon memberikan sifat redoks yang jelas dan warna khas yang memudahkan pemantauan visual maupun spektrofotometri, sementara rantai alkil panjang memberikan kelarutan baik dalam pelarut organik dan dalam sistem berbasis lipid. Gugus hidroksil pada cincin kuinon bersifat asam lemah sehingga perilaku senyawa dapat berubah mengikuti pH medium, dan hal ini kerap dimanfaatkan peneliti untuk mengatur kelarutan pada percobaan. Kombinasi tersebut menjadikannya model yang menarik untuk mempelajari hubungan struktur dengan aktivitas.
Di Indonesia, penelitian bahan alam merupakan salah satu bidang riset yang paling aktif, didukung kekayaan hayati dan tradisi pengobatan herbal yang panjang. Embelin murni dari sumber komersial dibutuhkan sebagai pembanding ketika peneliti mengisolasi senyawa serupa dari tumbuhan lokal, sekaligus sebagai kontrol positif pada uji hayati skala laboratorium. Kemasan 100 miligram sesuai untuk serangkaian uji in vitro, pengukuran spektroskopi, dan penyiapan larutan induk penelitian.
- Baku pembanding fitokimia: dipakai sebagai senyawa acuan murni ketika peneliti mengonfirmasi identitas hasil isolasi kuinon dari ekstrak tumbuhan.
- Kajian aktivitas antioksidan: sifat redoks inti hidroksikuinon membuatnya cocok sebagai model dalam pengukuran kapasitas penangkapan radikal bebas.
- Probe biokimia interaksi protein: struktur kecilnya yang lipofilik dipakai mempelajari pengikatan senyawa kecil pada protein target dalam sistem in vitro.
- Penelitian hubungan struktur dan aktivitas: kerangka kuinon beralkil menjadi titik awal sintesis analog untuk membandingkan pengaruh panjang rantai.
- Kalibrasi metode kromatografi: warna dan serapan khasnya memudahkan penetapan waktu retensi acuan pada analisis KLT maupun kromatografi cair.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 550-24-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Crude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | padatan serbuk berwarna; rujuk lembar data dan CoA produsen untuk rincian |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai label produsen |
Simpan Embelin dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengikuti anjuran pada label produsen. Senyawa kuinon dapat mengalami perubahan warna dan degradasi oksidatif bila terpapar udara, cahaya, atau kelembapan dalam waktu lama, sehingga wadah amber dan penyimpanan bersama desikan sangat dianjurkan. Tutup rapat kembali segera setelah penimbangan dan hindari kontak langsung dengan kulit karena senyawa berwarna mudah meninggalkan noda. Gunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta bekerja di ruang berventilasi baik. Perlakukan produk ini khusus untuk penggunaan riset dan eksperimen.
- Lamblin dkk. (2012). Synthesis and biological evaluation of hydrophilic embelin derivatives. Tetrahedron doi:10.1016/j.tet.2012.04.024
- Shuveksh dkk. (2017). Chemical and Biological Aspects of the Natural 1,4-Benzoquinone Embelin and its (semi-)Synthetic Derivatives. Current Medicinal Chemistry doi:10.2174/0929867324666170116125731
- Dhaka dkk. (2026). Formulation, Characterization, and Biological Assessment of Embelin-Loaded Glycerosomes. ASSAY and Drug Development Technologies doi:10.1177/1540658x261449845
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
