3-Vinylbenzoic Acid adalah senyawa aromatik bifungsional yang membawa gugus vinil dan gugus asam karboksilat pada posisi meta satu sama lain di cincin benzena. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menghadirkan dua jenis reaktivitas dalam satu molekul: ikatan rangkap yang dapat dipolimerisasi atau diadisi, dan gugus asam yang dapat diubah menjadi ester, amida, atau garam. Kombinasi ini membuatnya sering dipakai sebagai monomer fungsional maupun sebagai bahan antara pada jalur sintesis organik bertahap di laboratorium penelitian.
Sifat yang membuat senyawa ini menarik adalah kemampuannya menyisipkan gugus asam karboksilat ke dalam rantai polimer melalui polimerisasi radikal pada gugus vinilnya. Gugus asam yang tertanam kemudian menjadi titik pengikat untuk modifikasi lanjutan, memberi sifat hidrofilik, atau berfungsi sebagai situs koordinasi pada material berbasis logam. Posisi meta memberikan geometri yang berbeda dari isomer para maupun orto, sehingga memengaruhi sudut ikatan dan kekakuan struktur yang terbentuk, hal yang penting pada perancangan polimer dan kerangka molekul terarah. Gugus karboksilatnya juga memudahkan pemurnian melalui pembentukan garam dan pengasaman kembali.
Laboratorium di Indonesia yang menggeluti kimia polimer, material fungsional, dan sintesis organik memanfaatkan monomer fungsional seperti ini untuk membuat kopolimer dengan gugus asam terkendali, misalnya pada penelitian membran, resin penukar ion, atau material responsif. Kemasan 1 gram mencukupi untuk percobaan skala kecil, optimasi kondisi polimerisasi, maupun sintesis bahan antara dalam jumlah yang lazim dibutuhkan pada penelitian tingkat laboratorium.
- Monomer fungsional polimer: gugus vinilnya dapat dipolimerisasi secara radikal sehingga gugus asam karboksilat tertanam langsung di dalam rantai polimer yang terbentuk.
- Sintesis kopolimer bergugus asam: digunakan bersama monomer vinil lain untuk mengatur sifat hidrofilik, muatan permukaan, dan kemampuan pengikatan material hasil.
- Bahan antara sintesis organik: gugus karboksilat mudah diubah menjadi ester, amida, atau klorida asam pada jalur sintesis bertahap yang membutuhkan kendali selektif.
- Ligan dan pembangun kerangka koordinasi: gugus karboksilat dapat berkoordinasi dengan ion logam pada penelitian material berpori maupun kompleks logam organik.
- Studi reaksi ikatan rangkap: gugus vinil aromatiknya menjadi substrat yang baik untuk penelitian kopling silang, hidrogenasi, dan berbagai reaksi adisi terkendali.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 28447-20-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g |
| Bentuk fisik | padatan asam karboksilat aromatik bergugus vinil |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, gelap, dan tertutup rapat untuk mencegah polimerisasi dini |
Simpan bahan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena gugus vinil dapat berpolimerisasi secara bertahap bila terpapar panas atau cahaya dalam waktu lama. Jauhkan dari sumber panas, inisiator radikal, dan bahan pengoksidasi kuat. Sebagai asam karboksilat, senyawa ini bersifat iritatif terhadap kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Gunakan spatula bersih dan kering, lalu kelola sisa bahan sebagai limbah kimia organik.
- RAY dkk. (1994). ChemInform Abstract: Synthesis of 2‐Benzamidoisoquinolin‐1(2H)‐one from 2‐Vinylbenzoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199437142
- KASASHIMA dkk. (1994). Effectiveness of 4-Vinylbenzoic Acid and 3-Vinylbenzoic Acid on Adhesion to Dentin.. KOBUNSHI RONBUNSHU doi:10.1295/koron.51.121
- S. Ray dkk. (1994). Synthesis of 2-Bnzamidoisoquinoline-1(2H)-one from 2-Vinylbenzoic Acid. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-94-6695
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
