Fluoranthene dengan kode katalog TCI F0016 adalah hidrokarbon aromatik polisiklik yang tersusun atas unit naftalena dan benzena yang tergabung melalui cincin lima anggota. Struktur ini menjadikannya salah satu senyawa PAH yang paling sering dijumpai pada hasil pembakaran tidak sempurna, baik dari kendaraan bermotor, pembakaran biomassa, maupun proses industri. Di laboratorium, fluoranthene berperan penting sebagai senyawa standar untuk analisis lingkungan, karena keberadaannya di udara, tanah, air, dan sedimen rutin dipantau sebagai indikator pencemaran hidrokarbon aromatik polisiklik.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah sistem aromatik terkonjugasi luas yang menghasilkan fluoresensi kuat serta serapan ultraviolet yang khas. Karena itu, senyawa ini mudah dideteksi pada tingkat konsentrasi rendah menggunakan detektor fluoresensi maupun spektrometri massa. Kestabilan kimianya tinggi dan titik didihnya jauh di atas suhu ruang, sehingga padatan ini dapat disimpan lama tanpa perubahan berarti dan cocok dijadikan larutan induk yang stabil. Kelarutannya yang baik dalam pelarut organik nonpolar memudahkan penyiapan deret standar untuk kalibrasi instrumen analitik.
Laboratorium lingkungan di Indonesia, baik milik pemerintah, perguruan tinggi, maupun jasa pengujian, memerlukan standar PAH seperti ini untuk menjalankan pemantauan kualitas udara ambien, air permukaan, dan sedimen sungai. Kelompok riset material juga meneliti senyawa ini untuk aplikasi elektronik organik dan bahan berpendar. Ketersediaan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memberi keleluasaan bagi laboratorium kecil yang hanya menyiapkan larutan standar maupun fasilitas besar dengan volume pengujian tinggi.
- Standar analisis pencemaran PAH: digunakan untuk membuat deret kalibrasi pada pengujian air, tanah, sedimen, dan udara ambien secara rutin.
- Kalibrasi detektor fluoresensi: fluoresensinya yang kuat menjadikannya senyawa ideal untuk memverifikasi kepekaan dan linearitas sistem kromatografi cair.
- Uji validasi metode analitik: senyawa ini dipakai sebagai analit acuan untuk menguji perolehan kembali, presisi, dan batas deteksi metode baru.
- Riset material elektronik organik: kerangka aromatik terkonjugasinya dipelajari untuk pengembangan bahan berpendar dan semikonduktor organik.
- Studi degradasi lingkungan: fluoranthene menjadi model untuk meneliti fotodegradasi, adsorpsi tanah, dan biodegradasi senyawa aromatik polisiklik.
| Merek | TCI (kode katalog F0016) |
|---|---|
| Nomor CAS | 206-44-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan kristal |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan fluoranthene dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya karena senyawa aromatik polisiklik dapat mengalami perubahan akibat paparan sinar dalam jangka panjang. Gunakan botol kaca gelap untuk larutan standar dan beri label lengkap beserta tanggal pembuatan. Karena PAH termasuk golongan yang memerlukan kewaspadaan kesehatan, seluruh penimbangan dan penyiapan larutan sebaiknya dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kumpulkan limbah pelarut yang mengandung PAH secara terpisah sesuai prosedur.
- Weyand dkk. (1990). Relative tumor initiating activity of benzo[a]fluoranthene, benzo[b]fluoranthene, naphtho[1,2-b]fluoranthene and naphtho[2,1-a]fluoranthene on mouse skin. Cancer Letters doi:10.1016/0304-3835(90)90191-y
- Lotufo (1998). Bioaccumulation of sediment-associated fluoranthene in benthic copepods: uptake, elimination and biotransformation. Aquatic Toxicology doi:10.1016/s0166-445x(98)00072-1
- Ruth dkk. (1997). The S0 → S4 transition jet-cooled fluoranthene: vibronic coupling of S4 with S3. Chemical Physics Letters doi:10.1016/s0009-2614(96)01499-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
