Fleroxacin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium terkait antibiotik. Sebagai salah satu jenis fluoroquinolone, Fleroxacin memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap berbagai jenis bakteri gram positif dan gram negatif. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian mikrobiologi, terutama dalam pengujian sensitivitas bakteri terhadap antibiotik. Dalam laboratorium, Fleroxacin juga digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan larutan standar untuk analisis kuantitatif dan kualitatif.
Fleroxacin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan. Senyawa ini bersifat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan dimetil sulfoxide, yang memudahkan dalam proses pelarutan dan aplikasi laboratorium. Karena memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi, Fleroxacin juga sering dipilih sebagai bahan untuk uji efektivitas antibiotik pada berbagai isolat bakteri.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Fleroxacin menjadi bahan yang sangat relevan untuk penelitian kesehatan masyarakat dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk studi terkait pengendalian infeksi dan pengembangan obat baru. Ketersediaan dan kualitas Fleroxacin yang baik menjadikannya pilihan utama bagi para peneliti di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 5
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 6
- Uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik untuk menentukan efektivitas obat
- Pembuatan larutan standar dalam analisis mikrobiologi kuantitatif
- Penelitian tentang mekanisme kerja antibiotik fluoroquinolone
- Pengembangan obat baru dengan aktivitas antibakteri yang lebih baik
- Studi tentang resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79660-72-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Fleroxacin harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang cukup stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, pastikan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata dilengkapi untuk menghindari paparan yang tidak terduga.
- Tomioka dkk. (1991). Comparative in vitro and in vivo activity of fleroxacin and ofloxacin against various mycobacteria. Tubercle doi:10.1016/0041-3879(91)90003-b
- Naber (2009). Fleroxacin Overview. Chemotherapy doi:10.1159/000239485
- Yan dkk. (2000). Photochemical Fluorescence Enhancement of Terbuium-Fleroxacin System and Determination of Fleroxacin. Analytical Letters doi:10.1080/00032719.2000.10399502
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
