5-Fluoro-2-methylbenzonitrile adalah nitril aromatik dengan atom fluor dan gugus metil pada cincin benzena. Dalam praktik laboratorium, gugus siano berperan sebagai gugus fungsi tersembunyi yang dapat diubah menjadi berbagai gugus lain: hidrolisis menghasilkan asam karboksilat atau amida, reduksi menghasilkan amina primer benzilik, sedangkan sikloadisi dengan azida menghasilkan cincin tetrazol. Karena satu bahan dapat bercabang menjadi banyak turunan, senyawa ini sering dipilih sebagai simpul strategis ketika kimiawan merancang beberapa analog sekaligus dari satu prekursor yang sama.
Karakteristik utama yang mendasari pemilihannya adalah stabilitas gugus nitril yang tinggi dipadukan dengan pola substitusi yang sudah tertata. Gugus siano bersifat penarik elektron kuat sehingga cincin menjadi kurang reaktif terhadap elektrofil namun lebih mudah menerima substitusi nukleofilik aromatik pada posisi yang tepat. Atom fluor memperkuat efek tersebut sekaligus berfungsi sebagai penanda analitik pada NMR fluor, sementara gugus metil pada posisi orto menyediakan titik fungsionalisasi benzilik. Nitril juga tahan terhadap banyak kondisi reaksi, sehingga dapat dibiarkan utuh selama tahap-tahap awal dan baru dibuka pada langkah akhir sintesis.
Laboratorium di Indonesia yang menggarap kimia organik sintesis, penemuan senyawa obat, maupun penelitian bahan antara farmasi memanfaatkan senyawa semacam ini untuk kerja skala milimol. Ukuran kemasan yang ringkas sesuai dengan pola riset akademik dan pengembangan yang menekankan penjajakan rute serta optimasi kondisi reaksi sebelum meningkatkan skala produksi.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 26
Produk TCI terkait
- TCI F1123 198633-76-0 2-Fluoro-6-methylbenzonitrile
- TCI F0962 147754-12-9 4-Fluoro-2-methylbenzonitrile
- TCI F0884 85070-67-3 2-Fluoro-4-methylbenzonitrile
- TCI F0573 64113-84-4 2-Fluoro-5-methylbenzonitrile
- TCI F1112 101048-76-4 2-Fluoro-4-formylbenzonitrile
- TCI C3104 21423-81-4 3-Chloro-4-methylbenzonitrile
- Sintesis tetrazol: reaksi dengan natrium azida mengubah gugus nitril menjadi cincin tetrazol yang lazim dipakai sebagai pengganti bioisosterik gugus asam karboksilat.
- Pembuatan amina benzilik: reduksi terkendali menghasilkan amina primer terfluorinasi yang menjadi bahan dasar amida dan sulfonamida dalam pustaka senyawa.
- Rute menuju asam dan amida aromatik: hidrolisis parsial maupun penuh memberi akses fleksibel ke dua gugus fungsi berbeda dari satu prekursor.
- Sintesis heterosiklik nitrogen: gugus siano berperan sebagai simpul pembentuk cincin amidin, imidazolin, serta kerangka terkait dalam program kimia medisinal.
- Fungsionalisasi benzilik lanjutan: gugus metil orto dapat dibrominasi secara radikal untuk memperpanjang rantai atau memasang gugus fungsi tambahan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 77532-79-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | benzonitril tersubstitusi; penampakan tiap lot mengikuti sertifikat analisis pemasok |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, dan dalam wadah tertutup rapat |
Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun sinar matahari langsung. Hindari penyimpanan berdampingan dengan asam kuat, basa kuat, dan oksidator karena kombinasi tersebut berisiko memicu penguraian gugus nitril. Seluruh penimbangan dan pemindahan dilakukan di lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Jangan membuang sisa bahan ke saluran air; kumpulkan limbah nitril dalam wadah limbah kimia berlabel sesuai prosedur pengelolaan limbah laboratorium yang berlaku di institusi masing-masing.
—
