Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 73231-34-2

Florfenicol TCI F0811

Florfenicol TCI F0811

Identitas Kimia

Nama lain
2,2-Dichloro-N-[(1R,2S)-3-fluoro-1-hydroxy-1-(4-methylsulfonylphenyl)-2-propyl]acetamide · D-(-)-threo-2-Dichloroacetamido-3-fluoro-1-(4-methylsulfonylphenyl)-1-propanol
No. CAS
73231-34-2
Rumus molekul
C12H14Cl2FNO4S
Berat molekul
358.21 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(N)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,2-dichloro-N-[(1R,2S)-3-fluoro-1-hydroxy-1-(4-methylsulfonylphenyl)propan-2-yl]acetamide
SMILES
CS(=O)(=O)C1=CC=C(C=C1)C(C(CF)NC(=O)C(Cl)Cl)O
InChIKey
AYIRNRDRBQJXIF-NXEZZACHSA-N
MDL
MDL00864834
PubChem
CID 114811
Harga reguler Rp 1.510.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.510.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI F0811 Florfenicol adalah senyawa antibiotik golongan amfenikol yang tersedia sebagai bahan riset dan reagen laboratorium. Secara struktur, florfenikol merupakan turunan kloramfenikol yang dimodifikasi, dengan penggantian gugus hidroksil oleh atom fluor dan penambahan gugus metilsulfonil pada cincin aromatik. Modifikasi ini menghasilkan senyawa dengan spektrum aktivitas antibakteri yang luas dan banyak dipelajari dalam konteks kesehatan hewan serta akuakultur. Di laboratorium, florfenikol berperan sebagai bahan acuan untuk pengujian mikrobiologi, bahan pembanding pada analisis instrumental, serta objek kajian dalam penelitian mekanisme kerja antibiotik dan resistensi antimikroba.

Sifat yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah mekanisme kerjanya yang terdefinisi dan kestabilan strukturnya. Florfenikol bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri pada tingkat ribosom, sehingga sering dijadikan kontrol positif dalam uji kepekaan antimikroba maupun percobaan penghambatan translasi. Penggantian gugus hidroksil dengan fluor membuat senyawa ini tidak rentan terhadap inaktivasi oleh enzim asetiltransferase tertentu, suatu perbedaan penting yang kerap menjadi topik penelitian resistensi. Wujudnya berupa padatan pada suhu ruang yang stabil bila disimpan dengan benar, dan kemasan 1 gram serta 5 gram memberi keleluasaan bagi laboratorium untuk memilih ukuran sesuai intensitas pemakaian, baik untuk pembuatan larutan induk analisis maupun untuk rangkaian uji mikrobiologi.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium pengujian mutu produk peternakan dan perikanan, laboratorium kesehatan hewan, serta kelompok riset farmasi dan mikrobiologi di perguruan tinggi. Pengujian residu antibiotik pada produk pangan asal hewan merupakan kegiatan rutin yang memerlukan bahan pembanding bermutu, sementara penelitian resistensi antimikroba terus berkembang seiring perhatian nasional terhadap isu tersebut. Kemasan riset memudahkan penyediaan bahan tanpa membebani anggaran laboratorium.

  • Bahan pembanding pada analisis residu antibiotik, karena diperlukan senyawa acuan bermutu untuk membangun kurva kalibrasi pada pengujian kromatografi cair maupun spektrometri massa.
  • Kontrol positif pada uji kepekaan antimikroba, sebab mekanisme penghambatan sintesis protein yang terdefinisi menghasilkan pola hambatan yang konsisten dan mudah diinterpretasi.
  • Penelitian mekanisme resistensi antimikroba, mengingat struktur terfluorinasi florfenikol memberikan perbandingan menarik terhadap kloramfenikol dalam kajian inaktivasi enzimatik oleh bakteri.
  • Studi mikrobiologi akuakultur dan kesehatan hewan, karena senyawa ini banyak dikaji dalam konteks pengendalian penyakit bakterial pada ikan maupun ternak.
  • Validasi metode analitik di laboratorium pengujian, sebab bahan acuan dibutuhkan untuk menetapkan parameter akurasi, presisi, batas deteksi, dan batas kuantifikasi metode.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 73231-34-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan florfenikol dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung; penyimpanan dingin dianjurkan bila petunjuk pada label menyatakan demikian. Sebagai senyawa berkhasiat biologis, bahan ini harus ditangani dengan kewaspadaan penuh: hindari menghirup debu, hindari kontak dengan kulit dan mata, serta lakukan penimbangan di lemari asam atau timbangan berpelindung untuk mencegah penyebaran partikel halus. Kenakan sarung tangan nitril, masker, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Gunakan peralatan khusus atau bersihkan alat secara menyeluruh setelah pemakaian untuk mencegah kontaminasi silang pada pengujian residu. Kelola seluruh limbah melalui jalur limbah bahan berkhasiat laboratorium.

  • Blickwede (2004). Subinhibitory concentrations of florfenicol enhance the adherence of florfenicol-susceptible and florfenicol-resistant Staphylococcus aureus. Journal of Antimicrobial Chemotherapy doi:10.1093/jac/dkh273
  • (2003). PHARMACOKINETICS OF FLORFENICOL IN LOGGERHEAD SEA TURTLES (CARETTA CARETTA) AFTER SINGLE INTRAVENOUS AND INTRAMUSCULAR INJECTIONS. Journal of Zoo and Wildlife Medicine doi:10.1638/1042-7260(2003)34[0003:pofils]2.0.co;2
  • Roiha dkk. (2010). Evaluating bioencapsulation of florfenicol in rotifers (Brachionus plicatilis). Aquaculture Research doi:10.1111/j.1365-2109.2010.02697.x

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.