Fipronil adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian ilmu hayat, terutama dalam bidang biologi sel dan penelitian nutrisi. Bahan ini berfungsi sebagai insektisida dan herbisida yang efektif dalam mengendalikan hama, namun juga digunakan dalam penelitian untuk memahami mekanisme kerja senyawa aktif pada sistem biologis. Fipronil memiliki struktur kimia yang unik dan kemampuan untuk memengaruhi reseptor neurologis, sehingga menjadi bahan penting dalam studi perilaku dan fisiologi organisme.
Fipronil memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium. Bahan ini juga memiliki keunggulan dalam keamanan penggunaan, karena memiliki tingkat toksisitas yang relatif rendah dibandingkan senyawa insektisida lainnya. Selain itu, Fipronil mudah tersedia dalam berbagai varian kemasan, sehingga memudahkan peneliti untuk memilih sesuai kebutuhan eksperimen.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Fipronil sering digunakan dalam penelitian tentang pengaruh senyawa kimia terhadap sistem saraf hewan dan tumbuhan. Bahan ini juga menjadi alat penting dalam studi lingkungan, terutama dalam mengevaluasi dampak pestisida terhadap ekosistem. Karena kegunaannya yang luas dan keandalannya, Fipronil menjadi pilihan utama bagi para peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Penelitian tentang mekanisme kerja senyawa insektisida pada sistem saraf hewan
- Eksperimen untuk mengevaluasi efek toksik senyawa kimia pada organisme model
- Studi lingkungan terkait dampak pestisida terhadap keanekaragaman hayati
- Analisis kualitas air dan tanah untuk menilai kontaminasi senyawa kimia
- Pengembangan produk pestisida yang lebih ramah lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 120068-37-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Fipronil harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan dalam ruangan sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk mempertahankan kualitas bahan. Saat mengambil atau menggunakan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung.
- Walse dkk. (2004). The fate of fipronil in modular estuarine mesocosmsElectronic supplementary information (ESI) available: table of GC-ECD and GC-ITMS retention times, RT, for fipronil analytes; mass spectra of fipronil, fipronil desulfinyl, fipronil sulfide, fipronil sulfone and fipronil amide; and aqueous product distribution of fipronil in estuarine mesocosms over the experimental timescale. See http://www.rsc.org/suppdata/em/b3/b307304a/. Journal of Environmental Monitoring doi:10.1039/b307304a
- Liu dkk. (2025). Rapid and Sensitive Quantitation of Fipronil and Its Metabolites Fipronil Sulfone, Fipronil Sulfide, and Fipronil Desulfinyl in Zebrafish Tissues by UHPLC‐MS/MS. Journal of Separation Science doi:10.1002/jssc.70326
- Kanat dkk. (2019). Neurotoxic Effect of Fipronil in Neuroblastoma SH-SY5Y Cell Line. Neurotoxicity Research doi:10.1007/s12640-019-00093-z
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

