Fomesafen adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang nutrisi seluler dan biologi sel. Bahan ini berperan sebagai agen penghambat enzim, terutama dalam menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam proses metabolisme sel. Dalam laboratorium, fomesafen sering digunakan sebagai bahan kontrol untuk memahami mekanisme respons sel terhadap berbagai faktor lingkungan. Produk ini sangat relevan bagi peneliti yang ingin menguji efek senyawa tertentu terhadap pertumbuhan dan fungsi sel.
Fomesafen memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai eksperimen. Bahan ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, yang memperluas aplikasinya dalam berbagai metode analisis. Karena sifatnya yang tidak beracun dalam dosis tertentu, fomesafen dipilih sebagai bahan yang relatif aman untuk digunakan dalam penelitian yang memerlukan eksposur terkendali terhadap sel.
Di laboratorium Indonesia, fomesafen digunakan dalam berbagai penelitian terkait nutrisi seluler, termasuk studi tentang respons sel terhadap stres lingkungan dan efek senyawa kimia terhadap metabolisme. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan penghambatan enzim secara spesifik, baik dalam penelitian dasar maupun terapan.
- Penelitian tentang mekanisme respons sel terhadap stres lingkungan
- Pengujian efek senyawa kimia terhadap aktivitas enzim dalam sel
- Studi tentang metabolisme sel dalam kondisi tertentu
- Eksperimen untuk menghambat pertumbuhan sel secara spesifik
- Analisis peran fomesafen dalam proses nutrisi seluler
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 72178-02-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Nutrition Research |
| Ukuran kemasan | 1g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Fomesafen harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, tidak terlalu panas atau dingin. Penggunaan fomesafen harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selama eksperimen, pastikan wadah bahan tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi atau penguapan.
- WILSON (2005). Response of Dry Bean and Weeds to Fomesafen and Fomesafen Tank Mixtures1. Weed Technology doi:10.1614/wt-04-166r
- Joaquim Júnior dkk. (2025). Differential tolerance of bean genotypes to the herbicides fomesafen, imazamox and S-metolachlor. Ciência Rural doi:10.1590/0103-8478cr20240530
- Li dkk. (2022). Fomesafen drift affects morphophysiology of sugar beet. Chemosphere doi:10.1016/j.chemosphere.2021.132073
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
