TCI F1320 96402-49-2 Fmoc-1-Nal-OH adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis peptida. Bahan ini berperan penting dalam bidang kimia biologis, khususnya dalam pembuatan senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas biologis. Fmoc-1-Nal-OH merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembuatan peptida, yang sering digunakan dalam penelitian farmakologi, biokimia, dan bioteknologi.
Senyawa ini memiliki struktur kimia yang stabil dan mudah bereaksi dalam kondisi tertentu, membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi. Fmoc (9-fluorenylmethyloxycarbonyl) adalah grup protektif yang umum digunakan dalam sintesis peptida, karena mampu melindungi gugus amin dari reaksi tidak diinginkan hingga tahap akhir sintesis.
Di laboratorium Indonesia, Fmoc-1-Nal-OH sering digunakan oleh peneliti yang bekerja dalam bidang kimia biologis. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, modifikasi protein, atau studi interaksi molekuler. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh institusi penelitian dan universitas.
- Sintesis peptida untuk pengembangan obat baru karena kemampuannya dalam membentuk ikatan peptida.
- Penelitian biokimia untuk memahami interaksi molekul dalam sistem biologis.
- Pengujian aktivitas biologis senyawa-senyawa baru dalam bidang farmakologi.
- Modifikasi protein untuk aplikasi di bidang bioteknologi dan kedokteran.
- Penelitian tentang mekanisme kerja enzim dan substrat dalam reaksi kimia biologis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 96402-49-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung. |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Selama penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan kulit dan mata. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk mengurangi risiko kebocoran atau pencemaran.
—


